MALANG, SJP – Perempuan memiliki peranan penting dalam memajukan daerah. Karena itu, potensi perempuan harus dimaksimalkan, terutama lewat pemanfaatan teknologi digital.
Anggota DPR RI, M Hasanuddin Wahid menegaskan, Kabupaten Malang akan lebih cepat berkembang ketika perempuan diberdayakan. “Kalau pengen Kabupaten Malang maju, maka jadikanlah perempuan-perempuan di Kabupaten Malang jadi penggerak ekonomi,” ujar Hasanuddin Wahid dalam dialog interaktif bertema “Perempuan dan Kepemimpinan Era Digital” bersama PAC Fatayat Nahdhatul Ulama (NU) se-Kabupaten Malang di Pendopo Agung, Minggu (7/12/2025).
Penegasan itu sekaligus disampaikan kepada Bupati Malang agar turut memberikan ruang lebih luas bagi perempuan.
Anggota DPR RI Komisi XI ini menyebut perempuan sebagai sosok yang lebih amanah dalam mengemban tanggung jawab, terutama dalam sektor ekonomi keluarga.
Dalam sesi berikutnya, Hasanuddin menyoroti pola penggunaan handphone yang selama ini cenderung konsumtif. Ia meminta Fatayat NU mengubah cara pandang tersebut dengan pengembangan kompetensi digital.
“Handphone kita selama ini konsumtif, banyak top up dan beli paket data. Perempuan-perempuan ini harus kreatif bagaimana paket data itu bisa menjadi motor gerak ekonomi,” lanjutnya.
Menurutnya, seluruh pengurus Fatayat NU kini telah menggunakan smartphone, sehingga modal digital sebenarnya sudah tersedia. Tinggal bagaimana perangkat tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan produktif seperti afiliasi, jualan daring, kursus, hingga layanan berbasis video call.
Politisi PKB ini menambahkan bahwa 33 PAC Fatayat NU di Kabupaten Malang memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi daerah jika mampu memanfaatkan era digital secara optimal.
“Kalau teman-teman Fatayat ini jadi penggerak ekonomi, pasti juga akan meningkatkan PAD-nya Kabupaten Malang. Saya yakin itu,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa perempuan memiliki kemampuan lebih baik dalam mengelola keuangan keluarga. Hal ini diyakininya menjadi modal penting untuk mengembangkan usaha kecil hingga menopang ekonomi rumah tangga.
“Laki-laki punya uang sejuta itu biasanya stress, tapi kalau dipegang perempuan, yang 500 bisa sisa. Itu bukti perempuan lebih kreatif mengelola ekonomi keluarga,” tutupnya. (*)
Editor: Danu S
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru