KOTA BLITAR, SJP — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Blitar, Jawa Timur, Rabu (31/12/2025).
Peresmian ini sekaligus menjadi momentum evaluasi nasional terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan sepanjang tahun 2025.
Dadan memaparkan capaian ekspansi program MBG yang disebutnya menunjukkan pertumbuhan signifikan sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025.
Dari semula hanya mengoperasikan 190 unit SPPG di 26 provinsi, kini infrastruktur layanan gizi tersebut telah berkembang pesat.
“Kami mencatat hingga akhir Desember 2025, sebanyak 19.069 unit SPPG telah beroperasi secara nasional di 38 provinsi. Total penerima manfaat yang terjangkau mencapai 55 juta jiwa,” ujar Dadan saat diwawancarai dalam kegiatan peresmian SPPG Jalan Srigading, Kecamatan Kepanjenkidul, Rabu (31/12/2025).
BGN memproyeksikan jumlah tersebut akan terus meningkat hingga melampaui 19.100 unit pada awal tahun depan untuk memperluas jangkauan intervensi gizi bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pelayanan MBG tahun 2025 berakhir secara resmi pada hari ini, Rabu (31/122025). Namun, pemerintah telah menjadwalkan aktivasi kembali secara serentak pada 8 Januari 2026.
Menariknya, pada tahun mendatang, BGN akan mengintegrasikan kearifan lokal dalam standar menu harian.
“Mulai 8 Januari 2026, seluruh unit akan menyajikan menu khas daerah masing-masing. Ini adalah langkah strategis untuk menghargai keberagaman budaya kuliner Nusantara sekaligus memberdayakan rantai pasok pangan lokal,” tegas Dadan.
Di balik keberhasilan ekspansi data, BGN tetap memberikan catatan terhadap aspek keamanan pangan. Dadan mengakui adanya sejumlah insiden keracunan makanan yang sempat terjadi sepanjang tahun 2025.
Kendati demikian, data menunjukkan tren penurunan kasus yang sangat tajam dalam kuartal terakhir.
Data BGN mencatat, insiden keracunan makanan yang sempat terjadi di bulan September sebanyak 60 kasus, Oktober 80 kasus, November 40 kasus dan Desember tercatat sebanyak 11 kasus.
“Kami melakukan evaluasi ketat pada protokol sanitasi di setiap SPPG. Target kami pada 2026 adalah mencapai zero accident. Program MBG tidak hanya harus memastikan kecukupan gizi, tetapi juga menjamin standar keamanan konsumsi yang mutlak bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru