TULUNGAGUNG, SJP — Rentetan peristiwa kebakaran melanda Kabupaten Tulungagung dalam kurun waktu kurang dari enam jam pada Sabtu (24/1/2026). Tiga lokasi berbeda hangus terbakar dengan total kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Dugaan kuat, seluruh insiden dipicu oleh kegagalan instalasi listrik atau korsleting.
Kandang Ayam 4.000 Ekor Ludes
Insiden pertama pecah pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.40 WIB di Dusun Bagusan, Desa Siyotobagus, Kecamatan Besuki.
Sebuah kandang ayam milik warga bernama Ageng rata dengan tanah setelah diamuk si jago merah. Sedikitnya 4.000 ekor ayam siap panen mati terpanggang.
Kepala Seksi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Tulungagung, Iwan Supriyono, menyatakan api baru berhasil dijinakkan pada pukul 05.15 WIB.
“Kerugian material mencapai Rp70 juta. Pemeriksaan awal menunjukkan adanya korsleting pada instalasi listrik kandang,” jelas Iwan.
Gudang Dinas Kesehatan Terbakar
Belum usai penanganan di Besuki, kebakaran kedua dilaporkan terjadi di Gudang Dinas Kesehatan Tulungagung, Kecamatan Kedungwaru, sekitar pukul 08.00 WIB. Titik api berasal dari unit box panel PABX (jaringan telepon).
Meski skala kebakaran tergolong kecil dan cepat dikendalikan, sejumlah berkas penting dan furnitur ludes terbakar. Pihak Dinas Kesehatan menaksir kerugian mencapai Rp25 juta.
Drama Penyelamatan Remaja Difabel
Peristiwa paling dramatis terjadi pada Sabtu siang di Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauman.
Sebuah rumah milik Sutikno terbakar hebat saat ditinggal dalam keadaan kosong dan terkunci. Nahas, di dalam rumah terdapat putra pemilik rumah (17), seorang remaja berkebutuhan khusus yang terkurung.
Warga yang melihat kobaran api segera melakukan aksi heroik dengan menjebol paksa pintu rumah untuk menyelamatkan korban.
“Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi lemas dan sesak napas akibat terlalu banyak menghirup asap. Saat ini korban sudah dilarikan ke rumah sakit,” tambah Iwan.
Akibat insiden ini, 50 persen bangunan hangus dengan kerugian mencapai Rp100 juta.
Menyikapi maraknya musibah ini dalam waktu singkat, Damkarmat Tulungagung mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat.
Iwan menegaskan bahwa pemeriksaan instalasi listrik secara berkala adalah hal yang mutlak dilakukan.
“Kami mengimbau warga agar tidak menggunakan sambungan listrik yang berlebihan. Selain itu, kami memperingatkan dengan sangat agar tidak meninggalkan anak-anak atau anggota keluarga yang membutuhkan pengawasan khusus sendirian di rumah dalam kondisi terkunci,” pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru