NGAWI, SJP — Masyarakat Dusun Melikan, Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menyambut Ramadan 2026 dengan penuh antusiasme.
Sejumlah anak terlihat melakukan kerja bakti membersihkan halaman masjid dan mengantre untuk mencukur rambut sebagai bagian dari persiapan spiritual menjelang bulan suci, Selasa (17/2/2026).
Tradisi cukur massal yang telah berlangsung secara turun-temurun ini kembali diselenggarakan sebagai simbol kesiapan fisik dan batin. Rangkaian kegiatan dimulai dengan aksi pembersihan masjid oleh anak-anak dan remaja, kemudian dilanjutkan dengan layanan potong rambut gratis bagi warga setempat.
Antusiasme warga terlihat tinggi dalam kegiatan tersebut. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa mengantre dengan tertib untuk mendapatkan layanan dari penata rambut (barber) profesional yang merelakan jasanya secara cuma-cuma.
Penampilan rambut yang rapi dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri anak-anak karena hasil potongan yang sesuai dengan keinginan mereka.
Salah seorang warga, Kukuh Setia Sembodo, menyatakan kegembiraannya mengikuti kegiatan rutin ini.
“Saya ikut cukur untuk menyambut Ramadan agar penampilan lebih rapi dan bagus. Kegiatan ini menyenangkan karena ramai dan banyak teman,” ungkapnya.
Tokoh masyarakat setempat, Bambang, menjelaskan bahwa tradisi ini memiliki makna filosofis yang mendalam sebagai bentuk pembersihan diri sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
“Cukur massal ini sudah menjadi tradisi tahunan. Tujuannya adalah untuk menyucikan diri sebelum menjalankan ibadah puasa dan agar tampil lebih rapi saat melaksanakan salat tarawih. Seluruh layanan ini diberikan secara gratis,” jelas Bambang.
Usai rambut mereka dipangkas, anak-anak segera menuju tempat wudu masjid untuk membersihkan sisa-sisa potongan rambut. Suasana hangat dan penuh kebersamaan sangat terasa melalui tawa dan canda yang mewarnai kegiatan tersebut.
Semangat gotong royong dalam tradisi ini dinilai mampu memperkuat hubungan sosial antarwarga. Perilaku prososial ini menjadi faktor penting dalam menjaga keharmonisan dan kohesi sosial di tingkat desa. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Penulis: Paskalis Arakat,mahasiswa magang Unitri
Editor: Syaiful Aries
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru