BOJONEGORO, SJP – Peristiwa ambruknya kanopi di Gedung KDKMP Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, menuai perhatian publik. Menanggapi kejadian tersebut, Komandan Kodim (Dandim) Bojonegoro memberikan klarifikasi terkait penyebab insiden yang terjadi.
Dandim Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto menyampaikan bahwa ambruknya kanopi bukan terjadi pada struktur utama bangunan KDKMP, melainkan pada bagian gerai yang memang masih dalam proses pengerjaan. Ia menegaskan, pembangunan gedung secara keseluruhan hingga saat ini belum sepenuhnya rampung.
“Pembangunan KDKMP dan pemasangan kanopi di Desa Padang, Trucuk, belum selesai seluruhnya. Kemudian terjadi angin kencang yang mengakibatkan kanopi pada bagian gerai runtuh, bukan bangunan utama KDKMP,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut yang sempat menimbulkan ketidaknyamanan di tengah masyarakat. Dandim memastikan bahwa langkah perbaikan telah dilakukan sesaat setelah insiden terjadi.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Mulai tadi malam sudah kami lakukan perbaikan,” tambahnya.
Ia juga memastikan bahwa proses pembenahan kanopi yang terlepas atau ambrol ditargetkan segera selesai dalam waktu dekat, sehingga kondisi bangunan dapat kembali seperti semula dan aman digunakan.
Sebelumnya, diberitakan bahwa kanopi teras Gedung KDKMP di Desa Padang ambruk pada Rabu malam sekitar pukul 18.30 WIB. Struktur kanopi yang terbuat dari rangka baja ringan dengan penutup atap seng galvalum tersebut dilaporkan roboh saat kondisi sekitar relatif sepi, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Meski begitu, warga setempat yang enggan disebutkan namanya menilai kemungkinan faktor teknis turut menjadi penyebab ambruknya kanopi.
Menurutnya, konstruksi dengan bentangan panjang tersebut tidak didukung oleh tiang penyangga yang memadai.
“Kanopinya panjang, tapi tidak ada tiang penyangga yang cukup kuat, jadi rawan ambruk,” tuturnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru