SUARAJATIMPOST.COM – Jadwal diet intermittent fasting menjadi salah satu pola makan yang banyak dipilih untuk membantu mengatur asupan kalori dan menjaga pola hidup lebih sehat. Metode ini mengatur waktu makan dan puasa dalam periode tertentu sehingga tubuh memiliki jeda dari konsumsi makanan selama beberapa jam.
Intermittent fasting atau IF pada dasarnya mirip dengan konsep puasa. Dalam metode ini, seseorang hanya diperbolehkan makan pada jam tertentu, sementara di luar waktu tersebut hanya diperbolehkan mengonsumsi minuman tanpa kalori seperti air putih, teh tawar, atau kopi hitam tanpa gula.
Agar tetap nyaman dijalani, pemilihan jadwal diet intermittent fasting sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas harian, kondisi tubuh, dan kemampuan masing-masing. Dengan pola yang tepat, tubuh dapat beradaptasi lebih baik tanpa menyebabkan kekurangan energi.
Pilihan Jadwal Diet Intermittent Fasting yang Populer
Mengutip dari alodoktet.com, berikut beberapa pola intermittent fasting yang umum diterapkan:
1. Pola 16:8
Pola ini merupakan metode yang paling populer. Anda berpuasa selama 16 jam dan hanya makan dalam jendela waktu 8 jam.
Sebagai contoh, jika mulai makan pukul 12 siang, maka waktu makan berakhir pukul 8 malam. Setelah itu, tubuh kembali memasuki fase puasa hingga keesokan harinya. Selama puasa, Anda tetap diperbolehkan minum air putih, teh tawar, atau kopi hitam tanpa gula.
2. Pola 14:10
Pola 14:10 tergolong lebih ringan sehingga cocok untuk pemula. Dalam metode ini, Anda berpuasa selama 14 jam dan memiliki waktu makan selama 10 jam.
Misalnya, makan dimulai pukul 9 pagi dan berakhir pukul 7 malam. Setelah itu, tubuh kembali berpuasa hingga hari berikutnya.
3. Pola 5:2
Pada pola ini, Anda tetap makan normal selama lima hari dalam seminggu. Namun, dua hari lainnya digunakan untuk membatasi asupan kalori sekitar 500–600 kalori per hari.
Meski disebut puasa, metode ini tidak mengharuskan seseorang berhenti makan total selama 24 jam.
4. Eat-Stop-Eat
Metode Eat-Stop-Eat dilakukan dengan puasa penuh selama 24 jam, satu atau dua kali dalam seminggu.
Contohnya, Anda makan terakhir pukul 8 malam, lalu baru makan kembali pukul 8 malam di hari berikutnya. Selama puasa, hanya minuman tanpa kalori yang diperbolehkan.
Namun, pola ini tergolong cukup ekstrem dan tidak disarankan bagi orang dengan aktivitas fisik berat, penderita GERD, maupun diabetes karena dapat meningkatkan risiko hipoglikemia.
5. Alternate-Day Fasting
Pola ini dilakukan dengan cara selang-seling antara hari puasa dan hari makan normal. Pada hari puasa, asupan kalori biasanya dibatasi sekitar 500 kalori.
Karena intensitas puasanya cukup tinggi, metode ini kurang dianjurkan untuk pemula maupun orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti gangguan lambung atau diabetes.
Tips Menjalani Intermittent Fasting dengan Aman
Agar jadwal diet intermittent fasting tetap sehat dan nyaman dijalani, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
• Pilih pola puasa yang sesuai dengan rutinitas dan kemampuan tubuh.
• Pastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi selama puasa.
• Konsumsi makanan bergizi seimbang saat jendela makan berlangsung.
• Hindari makan berlebihan dan batasi makanan tinggi gula serta lemak jenuh.
• Hentikan puasa jika muncul keluhan seperti pusing, lemas, atau tubuh terasa tidak nyaman.
• Konsultasikan dengan dokter sebelum menjalani intermittent fasting jika memiliki penyakit tertentu, sedang hamil, atau menyusui.
Jika dilakukan dengan tepat dan konsisten, intermittent fasting berpotensi membantu mengontrol berat badan, menjaga kadar gula darah tetap stabil, serta membentuk pola makan yang lebih teratur. (**)
Editor: Danu
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru