TULUNGAGUNG, SJP – Seorang warga Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dilaporkan hilang setelah terseret arus Sungai Brantas saat mencari ikan, Selasa (19/5/2026) pagi. Hingga Selasa sore, korban bernama Mustofa (45) masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB di aliran Sungai Brantas wilayah Tulungagung. Sebelumnya, korban diketahui berangkat dari rumahnya di Desa Bendosari sekitar pukul 05.30 WIB dengan membawa karung ikan untuk mencari ikan di sungai.
Berdasarkan keterangan saksi bernama Sarjono, korban diduga terpeleset di bantaran sungai yang licin sebelum akhirnya jatuh ke aliran Sungai Brantas dan hanyut terbawa arus deras. Warga di sekitar lokasi tidak sempat memberikan pertolongan karena kejadian berlangsung sangat cepat.
“Untuk kronologi kejadian, sekitar pukul 07.00 WIB Pak Mustofa melakukan pencarian ikan. Namun nahas, beliau terpeleset dan jatuh ke sungai. Usia korban sekitar 45 tahun,” ujar Komandan Tim Basarnas, Nuryono.
Diduga, korban mencari ikan dengan memanfaatkan sisa fenomena “pladu” atau penggelontoran air bendungan yang sebelumnya membuat banyak ikan muncul di aliran sungai. Namun kondisi bekas genangan air menyebabkan area bantaran menjadi licin dan berbahaya.
Usai menerima laporan, tim SAR gabungan dari Basarnas Trenggalek, BPBD, serta Damkar Tulungagung langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.
Dalam proses pencarian, petugas mengerahkan dua unit LCR (Landing Craft Rubber) atau perahu karet untuk menyisir aliran Sungai Brantas.
“Proses pencarian kami lakukan menggunakan dua LCR dengan metode penyisiran dari lokasi kejadian sampai Jembatan Ngujang I,” jelas Nuryono.
Tim SAR melakukan pencarian dengan radius sekitar tiga kilometer dari titik korban dilaporkan hanyut. Selain penyisiran melalui jalur sungai, pencarian juga dilakukan melalui jalur darat oleh warga bersama keluarga korban.
Meski debit air Sungai Brantas mulai normal, petugas tetap mengimbau warga agar berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama di area yang licin pasca penggelontoran air bendungan.
“Untuk kendala sementara tidak ada, karena debit air sudah mulai kembali seperti sediakala. Namun berdasarkan informasi saksi, kondisi bekas terkena air itu membuat lokasi menjadi licin sehingga korban terpeleset,” tambahnya.
Hingga Selasa sore, proses pencarian masih terus dilakukan dan tim SAR gabungan tetap bersiaga di sekitar lokasi kejadian untuk menemukan korban. (*)
Editor: Syaiful Aries
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru