JEMBER, SJP – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember terus mengawal proses penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat tahap kedua. Upaya tersebut dilakukan guna memastikan program pendidikan bagi anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem dapat tepat sasaran.
Dalam proses penjaringan tersebut, Dinsos PPPA melibatkan para pendamping sosial untuk melakukan pendataan, validasi, dan verifikasi calon siswa yang berasal dari keluarga kategori desil 1 dan 2. Pendamping sosial turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sosial ekonomi keluarga calon siswa sesuai dengan kriteria penerima program.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos PPPA Kabupaten Jember, Moh. Irfan Pratama, S.E mengatakan, penjaringan dilakukan secara teliti agar program Sekolah Rakyat benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan dan pengasuhan yang layak.
“Dinsos PPPA terus mengawal proses penjaringan Sekolah Rakyat tahap kedua. Pendamping sosial melakukan validasi dan verifikasi data calon siswa dari keluarga miskin maupun miskin ekstrem kategori desil 1 dan 2,” katanya, Sabtu,(23/5/2026)..
Ia menjelaskan, setelah calon siswa ditemukan, para pendamping sosial tidak hanya berhenti pada proses pendataan. Mereka juga melakukan pendekatan secara persuasif kepada orang tua dan calon siswa agar memahami manfaat program Sekolah Rakyat, khususnya sistem pendidikan berbasis asrama.
Menurut Irfan, pendekatan sosial menjadi langkah penting karena masih terdapat sebagian keluarga yang ragu melepas anaknya mengikuti pendidikan berasrama. Oleh sebab itu, pendamping sosial memberikan sosialisasi sekaligus pendampingan agar orang tua merasa yakin dan nyaman terhadap program tersebut.
“Ketika sudah menemukan calon siswa, pendamping sosial melakukan pendekatan, sosialisasi, dan pendampingan kepada orang tua maupun calon siswa agar bersedia mengikuti program asrama di Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Program Sekolah Rakyat sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Selain pendidikan formal, siswa juga mendapatkan pembinaan karakter, fasilitas tempat tinggal, makan, hingga perlengkapan sekolah secara gratis.
Dinsos PPPA berharap proses penjaringan tahap kedua ini dapat menjangkau lebih banyak anak dari keluarga rentan sehingga mereka memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik. Dengan pengawalan yang ketat dan pendampingan secara langsung, program Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi solusi untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Melalui keterlibatan aktif pendamping sosial, Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pendidikan inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok miskin dan miskin ekstrem. (***)
Editor: Syaiful Aries
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru