BONDOWOSO, SJP – Dinding-dinding di kawasan Lahan SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) SMKN 1 Bondowoso tak lagi hanya menjadi pembatas ruang. Menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tembok-tembok itu berubah menjadi kanvas yang bercerita tentang perjuangan, persatuan, hingga harapan generasi muda untuk masa depan bangsa.
Dengan kuas dan cat di tangan, murid kelas X dan XI menuangkan imajinasi mereka dalam lomba mural bertema “Kemerdekaan dan Lahan SIKAP” yang berlangsung pada 4–5 Agustus 2026. Setiap gambar lahir dari diskusi, kolaborasi, dan kreativitas yang mencerminkan karakter pelajar vokasi.
Ada mural yang menggambarkan semangat para pahlawan, ada pula yang mengangkat pentingnya gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, hingga ketahanan pangan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Beragam pesan itu berpadu menjadi karya yang tak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat makna.
Karya-karya tersebut mendapat perhatian Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso, Drs. Slamet Riyadi, yang didampingi Pengawas Sekolah, Danu Wardoyo, saat meninjau hasil lomba, bersama Asyik Sulaiman, Kepala SMKN 1 Bondowoso, pada Kamis (6/8/2016).

Slamet Riyadi menilai kreativitas yang ditunjukkan para murid menjadi bukti bahwa sekolah mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi keahlian, tetapi juga pembentukan karakter.
“Melalui karya seni seperti mural, murid belajar menyampaikan gagasan, bekerja sama, dan menumbuhkan rasa cinta kepada bangsa. Kreativitas seperti ini patut diapresiasi karena menjadi bagian dari proses pendidikan yang utuh,” ujarnya.
Sementara itu, Pengawas Sekolah Danu Wardoyo menilai kegiatan tersebut menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun kepercayaan diri.
“Setiap karya memiliki cerita dan pesan yang berbeda. Yang paling penting bukan hanya hasil akhirnya, tetapi proses saat mereka berdiskusi, berkolaborasi, hingga mampu menuangkan ide menjadi karya yang bermanfaat,” katanya.
Tema yang dipilih tahun ini juga selaras dengan konsep SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) yang dikembangkan SMKN 1 Bondowoso.
“Melalui mural, murid diajak memahami bahwa kemerdekaan bukan hanya mengenang sejarah perjuangan, tetapi juga membangun kemandirian dan kepedulian terhadap ketahanan pangan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan,” tambah Danu.
Di balik warna-warni cat yang menghiasi dinding sekolah, kata Danu, tersimpan pelajaran yang tidak selalu ditemukan di dalam buku. Tentang keberanian menyampaikan ide, menghargai perbedaan, bekerja sama dalam tim, hingga mencintai negeri melalui karya.
“Lomba mural ini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai di atas kertas. Ketika sekolah memberi ruang bagi kreativitas, setiap dinding dapat berubah menjadi media belajar yang menginspirasi, dan setiap goresan kuas menjadi jejak semangat kemerdekaan yang terus hidup di tangan generasi muda,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru