KOTA MALANG, SJP – Tak mau lagi sekadar jadi wadah kumpul-kumpul dan ‘ngopi bareng’, DPC Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kota Malang membidik transformasi dengan cara menyulap karya kreator lokal menjadi komoditas bisnis berskala global.
Langkah ini diambil untuk memutus hambatan yang dihadapi para pelaku ekonomi kreatif di Malang. Selama ini, para kreator mampu menghasilkan karya berkualitas tinggi, namun kerap terbentur keterbatasan akses pasar, kurangnya jejaring bisnis, serta minimnya penguatan kapasitas industri.
Arah baru organisasi ini menggeser peran GEKRAFS dari sekadar ruang jejaring (networking space) komunitas menjadi mesin akselerator ekonomi yang konkret. Fokus saat ini adalah membuka jalan bagi produk dan karya kreatif lokal agar memiliki daya saing kuat di tingkat nasional hingga internasional.
Untuk mengejar target tersebut, strategi yang diusung bertumpu pada kolaborasi lintas sektor. Potensi besar Kota Malang seperti keberadaan puluhan perguruan tinggi, talenta muda, komunitas, dan dunia usaha akan diintegrasikan dalam satu ekosistem terpadu bersama pemerintah.
“Kota Malang bukan hanya menjadi tempat tumbuhnya pelaku ekonomi kreatif, tetapi harus menjadi episentrum ekonomi kreatif Indonesia,” ujar pimpinan baru GEKRAFS DPC Kota Malang, Reynaldi Angga Sazali Pratama.
Pria yang karib disapa Pay tersebut menyampaikan bahwa program-program mendatang akan difokuskan pada kegiatan yang mempertemukan langsung kreativitas para pelaku usaha dengan peluang ekonomi riil.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Musyawarah Cabang (Muscab) GEKRAFS Kota Malang di Layar Ijen, Rabu (7/10/2026).
Muscab ini sekaligus menandai dimulainya konsolidasi kepemimpinan baru untuk membangun ekosistem kreatif daerah yang lebih terbuka, produktif, dan berdampak ekonomi. (*)
Editor: Syaiful Aries
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru