JOMBANG, SJP – Bursa calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jombang semakin sengit. Sebanyak tujuh nama politisi dijagokan untuk mengikuti sejumlah tahapan seleksi kepemimpinan usai pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) pada Ahad (5/4/2026) kemarin.
Kelima dari tujuh nama tersebut merupakan hasil pemetaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, sementara dua nama lainnya muncul dalam forum Muscab DPC PKB Jombang.
Ketujuh kandidat Ketua DPC PKB Jombang yang dijagokan antara lain: Hadi Atmaji (Ketua DPC PKB Jombang periode sebelumnya sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Jombang), Anas Burhani (Sekretaris DPC PKB Jombang), Walyul Hakim, Kartiyono (anggota Fraksi PKB Jombang di DPRD Jombang), Fauzan (anggota Fraksi PKB Jombang di DPRD Jombang), Erna Kuswati, serta KH Salmanuddin Yazid (Wakil Bupati Jombang).
Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur, Subaidi Muchtar, menjelaskan bahwa seluruh kandidat akan menjalani Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) dalam dua tahap. Tahap pertama berupa psikotes bekerja sama dengan Lembaga Psikologi Universitas Negeri Malang, dijadwalkan pada 10-11 April 2026 di Malang.
“Hasil psikotes akan menjadi dasar untuk tahap berikutnya, yakni wawancara oleh DPP. Dari situ akan terlihat kompetensi, kapasitas kepemimpinan, hingga kesiapan para calon,” ungkap Subaidi, Senin (6/4/2026).
Seluruh berkas hasil Muscab langsung dibawa ke DPW di Surabaya dan diteruskan ke DPP pada hari yang sama untuk diproses lebih lanjut.
Selain pemilihan ketua, Muscab juga merumuskan sejumlah strategi organisasi. Penguatan kaderisasi menjadi fokus utama karena dinilai sebagai fondasi kekuatan partai. Penyusunan program kerja diarahkan untuk menjawab persoalan masyarakat, seperti tantangan petani, nelayan, hingga kesejahteraan santri.
PKB juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Nahdlatul Ulama dalam menjalankan program-program strategis di daerah. Di tengah dinamika global, partai diminta lebih kreatif dan responsif menghadapi potensi krisis pangan, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta penurunan daya beli masyarakat.
Subaidi menambahkan, mekanisme seleksi berbasis UKK merupakan upaya PKB melahirkan pemimpin berkualitas dan menghindari pola pemilihan yang berpotensi menimbulkan konflik.
“Pendekatan ini berbasis kompetensi dan kapasitas, bukan sekadar popularitas,” bebernya.
PKB juga membuka ruang bagi generasi muda dan perempuan dalam struktur kepengurusan. Bahkan, terdapat kebijakan bahwa minimal 30 persen posisi ketua DPAC diisi oleh perempuan dengan usia di bawah 35 tahun.
Sementara itu, DPP PKB, Daniel Johan, menyampaikan bahwa forum Muscab telah menerima laporan pertanggungjawaban DPC PKB Jombang dengan baik.
“Laporan pertanggungjawaban DPC diterima dengan baik. Kemudian muncul sejumlah nama calon ketua yang akan mengikuti proses lanjutan,” ujarnya.
Dengan total tujuh kandidat yang akan mengikuti seleksi lanjutan, bursa pemilihan Ketua DPC PKB Jombang dipastikan berlangsung sengit dan menarik untuk dinantikan. (*)
Editor: Syaiful Aries
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru