PROBOLINGGO, SJP – Banjir bandang yang melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Probolinggo pada malam Sabtu (17/1) telah memberikan dampak berat bagi sektor pertanian. Lebih dari 2.500 hektare ladang pesawahan dan kebun tanaman buah serta sayuran terendam air dan terancam rusak.
Selain merusak mata pencaharian masyarakat, bencana ini juga menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan menghambat akses mobilitas warga.
Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo bersama tim gabungan BPBD mencatat bahwa kecamatan Maron, Sumberasih, dan Kraksaan menjadi wilayah yang paling terpukul. Sebagian besar lahan yang terendam berada pada tahap panen atau siap panen, sehingga kerugian yang ditimbulkan sangat signifikan.
Di Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, salah satu lokasi terdampak parah, puluhan petani kehilangan seluruh hasil panen mereka. Banjir juga menyebabkan jembatan penghubung antar dusun putus, membuat akses ke daerah tersebut menjadi sangat sulit dan menghambat proses penanganan darurat serta distribusi bantuan.
Suyanto (52) seorang petani yang mengelola lahan padi seluas 2 hektare, mengaku merugi hingga puluhan juta rupiah.
“Hanya beberapa hari lagi saya akan memanen padi saya. Namun, banjir datang dan membuat semua tanaman terendam, bahkan mulai membusuk. Saya belum tahu bagaimana cara memulihkan lahan dan ekonomi keluarga saya,” ujarnya dengan suara penuh kesedihan.
Selain merusak tanaman, air banjir juga membawa lumpur dan material padat yang menutupi permukaan tanah pertanian, sehingga mengganggu kesuburan dan kualitas tanah.
Dampak lingkungan lainnya terlihat pada sungai-sungai di wilayah terdampak, terutama Sungai Rondoningo dan anak sungainya, yang mengalami penyumbatan akibat sampah dan limbah yang terbawa debit air tinggi. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko terjadinya banjir kembali jika tidak segera dilakukan pembersihan.
Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Pertanian dan BPBD telah menyusun program penanganan dan rehabilitasi pasca banjir.
Beberapa langkah yang akan diambil antara lain pendistribusian bibit tanaman baru yang memiliki ketahanan tinggi terhadap banjir, pemberian bantuan pupuk dan obat-obatan pertanian, serta penyelenggaraan pelatihan bagi petani tentang cara mengolah dan memulihkan kesuburan lahan pertanian yang terdampak. (*)
Editor: Danu
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru