TRENGGALEK, SJP – Gempa bumi berkekuatan 5,5 magnitudo yang berpusat di Pacitan, Selasa (27/1/2026) pukul 08.20 WIB, turut mengguncang wilayah Kabupaten Trenggalek. Getaran gempa dirasakan cukup kuat oleh warga dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas pendidikan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menyatakan, selain menyebabkan kerusakan atap kantor Kecamatan Dongko, gempa pada Selasa pagi tersebut juga menyebabkan dua fasilitas pendidikan di wilayah Kecamatan Panggul mengalami kerusakan.
“Hasil pemantauan wilayah dan pengecekan akibat gempa bumi ditemukan dua bangunan sekolah dasar yang mengalami kerusakan,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun Pusdalops BPBD Trenggalek, dua sekolah dasar di Kecamatan Panggul yang terpantau mengalami kerusakan terdampak gempa, yakni SD Negeri 3 Manggis di Desa Manggis serta SD Negeri 1 Terbis di Desa Terbis.
Menurut Triadi, kerusakan di SDN 3 Manggis cukup serius. Hasil pengecekan lapangan menunjukkan atap wuwung sekolah mengalami amblas, plafon ruang kantor dan ruang kelas VI runtuh, serta retak di dinding dan lantai.
“Kerusakan di SD Negeri 3 Manggis, atap wuwung amblas, plafon kantor dan ruang kelas enam rontok, tembok ruang kelas retak, lantai kantor mengalami retakan, serta dinding ruang kelas VI terlihat miring,” terangnya.
Sementara itu, di Desa Terbis, kerusakan akibat gempa tergolong lebih ringan. Retakan ditemukan pada tembok ruang kelas V dan VI di SD Negeri 1 Terbis. Meski demikian, BPBD tetap meminta pihak sekolah dan warga setempat untuk tetap waspada.
“Tembok ruang kelas lima dan enam SD Negeri 1 Terbis mengalami retak ringan,” ungkap Triadi.
Hingga Selasa sore, BPBD Kabupaten Trenggalek memastikan tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam kejadian gempa bumi di dua lokasi tersebut. Pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. (*)
Editor : Rizqi Ardian
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru