GRESIK, SJP — Komisi VII DPR RI memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia.
Pupuk subsidi yang diketahui dipatok Harga Eceran Tertinggi (HET) turun sebesar 20 persen, diharapkan tidak mengalami kekurangan saat memasuki musim tanam padi.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, mengatakan pupuk merupakan kebutuhan vital dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Sekarang kan lagi musim tanam, itu yang saya ingatkan jangan sampai kekurangan stok di gudang. Harus dipastikan ada, karena pupuk pada musim tanam akan fatal akibatnya bagi petani kita,” kata Evita, Selasa (25/11/2025).
Evita menyampaikan, pemerintah telah menambah alokasi pupuk bersubsidi menjadi 9,55 juta ton di tahun 2025. Pihaknya turut mengapresiasi kinerja Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia dalam menyalurkan pupuk bersubsidi, karena dinamika masalah yang biasanya muncul saat ini sudah teratasi.
“Kelangkaan pupuk yang biasanya ada di daerah-daerah sekarang sudah berkurang karena alokasi dari pupuk bersubsidi ini sudah ditingkatkan,” ujarnya.
Komisi VII juga memastikan akan tetap mendorong harga gas untuk industri pupuk sebesar 6,5 Dollar Amerika Serikat per MBBTU di tahun 2026. Ini menjadi salah satu komitmen Komisi VII dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Gas selalu menjadi masalah utama di setiap industri. Kami akan mendorong Petrokimia Gresik mengamankan pasokan gasnya,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Majus Luther Sirait, mengungkap Petrokimia Gresik memiliki kontribusi yang signifikan dalam menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi, khususnya Urea, NPK dan ZA, yang menjadi tulang punggung produktivitas sektor pertanian.
Hingga 20 November 2025, Petrokimia Gresik menyiapkan stok pupuk bersubsidi nasional sebanyak 299.369 ton. Rinciannya pupuk Urea 26.519 ton, NPK Phonska 224.417 ton, pupuk organik 42.938 ton, dan ZA 5.496 ton.
Stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani selama tiga pekan ke depan.
“Kami berharap petani dapat mengoptimalkan penyerapan pupuk bersubsidi. Stoknya tersedia dan harganya juga lebih murah per tanggal 22 Oktober lalu. Pemerintah telah banyak mengeluarkan kebijakan yang sangat memudahkan petani dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional,” pungkas Luther. (*)
Editor: Rizqi Ardian
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru