JOMBANG, SJP – Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jombang hingga awal November 2025 masih rendah, yakni berkisar 71,65%. Lambatnya realisasi anggaran ini disebabkan oleh sejumlah kendala, termasuk proyek strategis yang belum tuntas.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jombang, Agus Purnomo, mengakui bahwa belum optimalnya penyerapan anggaran disebabkan oleh kendala teknis dan administrasi. Salah satu penyebabnya adalah gagalnya pelaksanaan proyek bernilai miliaran rupiah yang seharusnya dikerjakan tahun ini.
“Memang masih ada beberapa kegiatan besar yang belum terealisasi karena kendala lelang maupun kesiapan lapangan. Namun secara umum, kami terus dorong percepatan,” ujar Agus, Ahad (16/11/2025).
Lima OPD dengan Serapan Terendah
Hingga akhir Oktober 2025, tercatat lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi penyumbang rendahnya realisasi APBD. Kelima OPD tersebut di antaranya; Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim): sekitar 42%, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kantor Kecamatan Tembelang, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, dan Dinas Sosial (Dinsos): 60,70%.
“Sebagian kegiatan fisik memang memerlukan tambahan waktu karena harus menuntaskan dokumen lahan dan perizinan. Namun tetap kami dorong agar tidak lagi molor,” tegas Agus Purnomo.
Salah satu contoh kendala yang menghambat adalah proyek pembebasan lahan tambahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 8. Kepala Dinsos, Agung Hariadi, menjelaskan bahwa proses administrasi pembebasan lahan senilai Rp11 miliar tersebut belum selesai.
“Prosesnya masuk triwulan IV, sehingga sekarang masih dalam tahap apresial dan penetapan lokasi. Ini yang membuat serapan belum bisa naik signifikan,” ucap Agung.
Ia menargetkan seluruh dokumen dapat diselesaikan pada minggu kedua Desember 2025. Jika tuntas, serapan anggaran Dinsos diproyeksikan dapat melesat di atas 90%.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang terus memantau pelaksanaan seluruh program untuk memaksimalkan penyerapan anggaran sebelum tutup tahun. Meski kondisi saat ini belum maksimal, Pemkab Jombang tetap optimistis dapat mengejar target serapan hingga 95% menjelang akhir tahun 2025. (*)
Editor : Danu S
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru