NGANJUK, SJP–Insiden tragis terjadi di Kabupaten Nganjuk pada Senin malam (9/3/2026). Sebanyak empat pemuda dilaporkan terlibat ledakan saat tengah meracik bahan petasan (mercon) sekitar pukul 21.00 WIB, sesaat setelah pelaksanaan salat tarawih.
Akibat ledakan tersebut, dua dari empat pemuda harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka bakar serius. Sementara itu, kondisi di lokasi kejadian menunjukkan kerusakan pada bangunan dan garis polisi telah dipasang untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini bermula ketika para pemuda tersebut berkumpul untuk merakit petasan di belakang kandang sapi milik warga bernama Fatoni di Dusun Jabon, RT 002 RW 006, Desa Drenges, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.
Diduga, terjadi kesalahan teknis atau ketidakstabilan bahan kimia saat proses pencampuran berlangsung, yang memicu ledakan cukup kuat hingga terdengar oleh warga sekitar.
Warga yang terkejut segera mendatangi sumber suara dan menemukan para korban dalam kondisi terluka. Evakuasi segera dilakukan oleh masyarakat setempat dibantu petugas keamanan untuk membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan medis darurat.
Pihak Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk tengah mendalami insiden ledakan bahan peledak petasan yang melibatkan empat pemuda tersebut. Insiden mengakibatkan dua orang mengalami luka bakar serius.
Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Fajar Kurniadi, memberikan penjelasan mengenai kronologi awal sebelum peristiwa maut itu terjadi. Menurutnya, para pemuda tersebut sempat berkumpul di salah satu rumah rekan mereka di dusun setempat.
“Sebelum kejadian, para pemuda ini berkumpul di rumah salah satu rekannya untuk mengambil bahan peledak yang sebelumnya telah mereka racik sendiri. Bahan yang digunakan antara lain KCLO sekitar 250 gram, belerang 150 gram, dan aluminium powder sekitar 500 gram,” ujar Iptu Fajar Kurniadi saat dikonfirmasi media, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, bahan-bahan tersebut diduga dibeli secara daring melalui akun TikTok Shop milik salah satu dari mereka. Sementara itu, gulungan kertas yang akan digunakan sebagai selongsong mercon telah dibuat sebelumnya di dua lokasi rumah berbeda.
Iptu Fajar Kurniadi kembali menegaskan bahaya bermain petasan, terutama racikan sendiri yang standarnya tidak terukur.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Nganjuk agar tidak bermain-main dengan bahan peledak atau mercon. Selain membahayakan nyawa, tindakan ini juga memiliki konsekuensi hukum yang tegas. Kami ingin suasana Ramadhan tetap kondusif dan aman bagi semua,” tambahnya.
Pihak Rumah Sakit Daerah (RSD) Kertosono melalui Kabid Penunjang Pelayanan, Yudhi Arifin, mengonfirmasi telah menerima korban insiden ledakan bahan petasan tersebut.
Berdasarkan data terbaru, tercatat ada tiga pemuda yang sempat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) akibat peristiwa itu.
Pihak manajemen RSD Kertosono membenarkan bahwa hingga Selasa (10/3/2026), dua di antaranya masih harus menjalani perawatan medis secara intensif karena mengalami luka bakar yang cukup serius. Sementara itu, satu korban lainnya telah diizinkan pulang.
“Benar, ada tiga korban ledakan mercon yang masuk ke IGD. Dua orang saat ini masih dalam perawatan intensif petugas medis, sedangkan satu orang sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya stabil dan lukanya tergolong ringan,” ungkap pihak RSD Kertosono kepada Suarajatimpost.com.
Korban berinisial AB mengalami luka bakar sekitar 42 persen, sedangkan SP mengalami luka bakar sekitar 40 persen. Keduanya saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Kertosono. Korban lainnya, yaitu MA dan FF, tidak mengalami luka berat. FF menjalani rawat jalan, sementara keduanya telah diamankan oleh pihak kepolisian bersama keluarga masing-masing untuk proses penyelidikan lebih lanjut di Polsek Kertosono.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti terkait peracikan bahan petasan tersebut dan mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak bermain atau meracik bahan peledak secara sembarangan karena berisiko tinggi terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain. (*)
Editor: Syaiful Aries
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru