MALANG, SJP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tengah mempercepat realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dapat mencapai target nasional yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Hingga November 2025, capaian program baru mencapai 35,99 persen atau sekitar 251.510 penerima manfaat dari total target 698.855 individu di Kabupaten Malang.
Bupati Malang menegaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan langkah-langkah strategis untuk memperluas jangkauan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah. Dari 233 dapur yang ditargetkan BGN, saat ini baru 87 dapur beroperasi dan 23 lainnya dalam tahap persiapan.
“Capaian ini menjadi perhatian kita bersama, bagaimana menentukan langkah-langkah ke depan untuk mencapai target yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” ujar Bupati Malang, dalam agenda penyerahan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di Pendopo Agung Malang, Jumat (7/11/2025).
Dalam upaya percepatan tersebut, Pemkab Malang menyerahkan SLHS kepada sejumlah pengelola SPPG. Sertifikat ini menjadi syarat utama agar dapur MBG dapat beroperasi secara resmi sesuai standar kebersihan, sanitasi, dan pengolahan makanan yang ditetapkan BGN.
“SLHS merupakan syarat bagi SPPG untuk diakui telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. Dengan adanya SLHS, pengawasan terhadap pengelolaan makanan menjadi lebih terstandar,” jelasnya.
Langkah tersebut juga dimaksudkan untuk mencegah potensi kasus keracunan massal yang pernah terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Bupati menegaskan, pengawasan ketat dan penerapan standar mutu harus berjalan beriringan dengan perluasan akses program MBG.
“Ke depan, saya mendorong seluruh stakeholder menyiapkan langkah antisipatif dalam menangani potensi masalah, terutama kasus keracunan siswa, serta memastikan pemenuhan kebutuhan dapur MBG dapat memberdayakan pelaku usaha lokal,” tuturnya.
Lebih jauh, Bupati Sanusi mengajak seluruh pihak terkait untuk memastikan bahwa setiap dapur MBG memiliki Sertifikat Halal, Sertifikat Chef, dan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat jaminan keamanan pangan dan mendukung misi pemerintah dalam mencetak generasi emas yang sehat serta berdaya saing.
Dengan dorongan percepatan operasional dapur MBG dan pengawasan standar kebersihan yang ketat, Pemkab Malang optimistis target nasional pemenuhan gizi pelajar dapat tercapai tepat waktu. (*)
Editor: Rizqi Ardian
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru