GRESIK, SJP — Eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS) berdampak terhadap para pengusaha travel umrah di Kabupaten Gresik yang terancam mengalami kerugian miliaran rupiah.
Pengusaha travel umrah terancam merugi akibat kepulangan jamaah yang tertahan di Arab Saudi, karena peperangan.
Salah satu pengusaha travel umrah PT Permata Zain Al Miftah, menyebut ada sebanyak ratusan jamaahnya yang tertahan kepulangannya akibat berhentinya operasional maskapai akibat peperangan.
Direktur Utama PT Permata Zain Al Miftah, KH Muhammad Zainuri Makruf, memperkirakan, nilai kerugian jika satu grup berjumlah sekitar 400 orang dengan biaya tiket pesawat sekitar Rp15,4 juta per orang, visa Rp2,5 juta, serta hotel dan transportasi sekitar Rp9 juta, maka potensi kerugian bisa mencapai miliaran rupiah.
“Kalau dihitung, nilai kerugian sangat besar. Ini belum termasuk biaya operasional lain. Pengalaman saat pandemi Covid-19 dulu, kerugian juga mencapai miliaran rupiah,” kata pengusaha travel umrah yang akrab disapa Gus Zen, Jumat (6/3/2026).
Zen menyampaikan, saat ini sejumlah jemaah umrah masih tertahan di Arab Saudi akibat penyesuaian jalur penerbangan.
Meski begitu, beberapa grup yang menggunakan penerbangan langsung Jeddah–Surabaya maupun Jeddah–Jakarta sudah kembali ke Tanah Air.
Namun, jemaah yang menggunakan rute transit seperti Qatar dan Uni Emirat Arab masih menunggu kepastian jadwal.
“Selain berdampak pada jemaah, kondisi ini juga berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi penyelenggara travel,” terang dia.
Pihaknya menegaskan, bahwa keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama.
Perusahaan travel umrah akan terus berkoordinasi dengan penyelenggara dan memantau perkembangan kebijakan penerbangan.
“Kami tetap mengutamakan keamanan dan keselamatan jemaah. Soal kerugian bisa dibicarakan kemudian, yang terpenting saat ini kondisi mereka aman dan bisa kembali dengan selamat,” tambahnya.
Zen berharap agar situasi konflik geopolitik di Timur Tengah segera mereda sehingga aktivitas penerbangan kembali normal dan jemaah bisa pulang dengan aman.
“Kami berharap situasi segera damai dan kondusif. Baik Amerika, Israel maupun Iran bisa menahan diri demi keselamatan masyarakat sipil, termasuk jemaah umrah,” pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru