SITUBONDO, SJP–Kepolisian Resor (Polres) Situbondo mulai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengungkap peristiwa ledakan petasan di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo.
Proses sterilisasi dan penyisiran lokasi sebelumnya melibatkan tim Gegana Polda Jatim. Insiden ledakan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, sementara enam orang lainnya mengalami luka bakar dan patah tulang.
Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, menjelaskan bahwa setelah tim Gegana menyatakan lokasi steril, olah TKP dilanjutkan oleh Tim Identifikasi Satreskrim Polres Situbondo bersama Tim Identifikasi dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim. Dalam olah TKP tersebut, petugas mengamankan 18 barang bukti.
“Dari hasil olah TKP, ada 18 barang bukti yang berhasil diamankan antara lain selongsong petasan, alat gulung selongsong, sumbu, pakaian, CCTV, dan beberapa lainnya,” ujar AKBP Bayu Anuwar Sidiqie.
Menanggapi informasi yang beredar di masyarakat mengenai adanya bahan peledak lain yang mengakibatkan kerusakan pada 12 rumah, Kapolres menegaskan bahwa ledakan tersebut dipicu oleh bahan berdaya ledak rendah (low explosive).
“Dipastikan untuk ledakan tersebut dipicu oleh petasan, bukan peledak lainnya. Karena bahan peledak low explosive atau berdaya ledak rendah,” tegas kapolres.
Terkait kronologi dan penyebab pasti ledakan, pihak kepolisian belum dapat memberikan keterangan secara rinci. Hal ini disebabkan kondisi saksi kunci yang belum memungkinkan untuk dimintai keterangan.
“Jadi untuk kronologi atau penyebab ledakan petasan itu, kami belum bisa meminta keterangan korban yang saat ini mereka masih syok dan luka bakarnya di atas 50 persen,” ucapnya.
Mengenai temuan cekungan di lokasi yang diduga sebagai tempat penyimpanan bahan peledak, AKBP Bayu memberikan klarifikasi bahwa lubang tersebut merupakan dampak dari ledakan.
“Ada lubang cekungan akibat ledakan dengan diameter sekitar 52 sentimeter dan dalamnya sekitar 7 sentimeter, dan itu termasuk bahan dengan daya ledak rendah bukan tinggi,” pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru