BONDOWOSO, SJP – Ketersediaan darah yang aman dan mencukupi menjadi salah satu kebutuhan vital dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Menyadari hal tersebut, berbagai upaya terus dilakukan untuk memastikan stok darah tetap terjaga, termasuk melalui penguatan koordinasi lintas sektor.
Peran aktif masyarakat, khususnya para relawan dan koordinator donor darah di berbagai instansi, dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kesinambungan kegiatan donor darah. Tanpa keterlibatan mereka, upaya pemenuhan kebutuhan darah akan sulit berjalan optimal.
Selain itu, tantangan dalam pelaksanaan donor darah, mulai dari fluktuasi jumlah pendonor hingga kendala teknis di lapangan, membutuhkan strategi bersama yang terukur dan berkelanjutan. Oleh karena itu, ruang komunikasi dan evaluasi menjadi sangat penting untuk menyatukan langkah.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Bondowoso menggelar kegiatan silaturahmi bersama para koordinator donor darah se-Kabupaten Bondowoso pada Sabtu (11/4/2026) di Aula Sabha Bina Praja.
Dalam legiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut, Ketua PMI Kabupaten Bondowoso, Juni Sukarno, menegaskan pentingnya sinergi antara PMI dan para koordinator donor darah dalam menjaga kesinambungan stok darah, terutama untuk kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Menurut Juni Sukarno, para koordinator donor darah memiliki peran strategis sebagai penggerak partisipasi masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menyusun strategi bersama, mengevaluasi pelaksanaan sebelumnya, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan agar ke depan lebih optimal,” ujarnya.
Dalam pertemuan koordinasi tersebut, sejumlah agenda dibahas, di antaranya penyusunan rencana kegiatan donor darah, evaluasi pelaksanaan sebelumnya, identifikasi kendala, hingga penguatan jejaring relawan dan instansi.
“Upaya menjaring pendonor baru serta menjaga loyalitas pendonor tetap juga menjadi fokus utama kami, agar ketersediaan darah tetap terjaga dan aman,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Fathur Rozi turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai langkah PMI dalam memperkuat koordinasi dengan para koordinator donor darah merupakan bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan di daerah.
“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini. Sinergi antara PMI, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam memastikan ketersediaan darah tetap aman dan mencukupi bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Fathur Rozi.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna memperkuat komitmen bersama dalam mendorong budaya donor darah sukarela di tengah masyarakat.
Selain dihadiri oleh Sekretaris Daerah, tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Dewan Kehormatan PMI Agung Tri Handono, Ketua PMI beserta jajaran pengurus, Kepala UDD PMI, Asisten I, Kepala Dinas Kesehatan, serta Direktur RSUD dr H Koesnadi Bondowoso.
Menariknya, acara juga diselingi dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para koordinator donor darah se-Kabupaten Bondowoso sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam mendukung ketersediaan darah di daerah.
Para peserta yang terdiri dari seluruh koordinator donor darah tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Diskusi interaktif dan berbagi pengalaman diharapkan mampu melahirkan strategi konkret dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk donor darah secara rutin dan sukarela. (*)
Editor : Rizqi Ardian
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru