PROBOLINGGO, SJP — Sebanyak 1.204 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Probolinggo resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci Mekkah pada Selasa pagi, 21 April 2026.
Para jemaah tersebut terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter), di mana keberangkatan hari pertama merupakan bagian dari kloter awal Embarkasi Surabaya.
Pada tahap awal, sebanyak 752 CJH diberangkatkan dalam dua kloter. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan penuh haru, dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi Abdul Haq Zaini, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Acara pelepasan dipusatkan di kawasan Wisata Religi Miniatur Ka’bah yang berada di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending. Dalam prosesi tersebut, Wakil Bupati bersama Forkopimda secara simbolis menyematkan syal kepada empat perwakilan CJH sebagai tanda pelepasan resmi menuju Tanah Suci.
“Selain 752 jemaah yang diberangkatkan pagi ini, besok dini hari akan kembali diberangkatkan dua kloter lainnya dengan jumlah total 452 jemaah,” ujar Fahmi Abdul Haq Zaini.
Berdasarkan data dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, keberangkatan tahun ini mencerminkan keberagaman usia jemaah.
Tercatat, jemaah termuda berusia 15 tahun 8 bulan, sedangkan jemaah tertua mencapai usia 90 tahun.
Suasana pelepasan semakin khusyuk dengan lantunan talbiyah yang menggema di lokasi. Tangis haru keluarga dan kerabat mengiringi keberangkatan para jemaah saat bus mulai bergerak meninggalkan lokasi menuju Asrama Haji Sukolilo.
Dari sana, para jemaah akan melanjutkan perjalanan menuju Arab Saudi setelah seluruh tahapan administrasi dan persiapan rampung.
Wakil Bupati menyampaikan harapan agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan khusyuk.
Ia menegaskan bahwa pembekalan melalui manasik haji diharapkan mampu menjadi bekal penting bagi para jemaah selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Mudah-mudahan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan baik dan benar, serta senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran selama di Tanah Suci,” imbuhnya.
Salah satu calon jemaah haji, Umi Kulsum, mengungkapkan rasa syukurnya karena akhirnya dapat berangkat menunaikan ibadah haji bersama suami. Ia mengaku telah menanti momen tersebut selama bertahun-tahun.
“Alhamdulillah, akhirnya tahun ini bisa berangkat bersama suami setelah menabung selama 14 tahun. Sebelumnya sempat tertunda karena pandemi Covid-19,” ujarnya dengan penuh haru.
Keberangkatan ini menjadi momen yang dinantikan, tidak hanya bagi para jemaah, tetapi juga pihak keluarga yang turut mengantar dengan doa.
Mereka berharap para tamu Allah tersebut dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta menjadi haji yang mabrur. (*)
Editor: Syaiful Aries
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru