JOMBANG, SJP – Di tangan yang tepat, lahan terbengkalai selama 15 tahun bisa disulap jadi ladang cuan. Ini dibuktikan olehPemerintah Desa Sumberagung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.
Melalui program rehabilitasi ambisius, area yang dulu dikenal sebagai “area mati” kini resmi bertransformasi menjadi kompleks budidaya lele modern yang siap menjadi motor ekonomi baru kawasan pedesaan.
Sebanyak 16 unit kolam beton permanen dengan dimensi bervariasi, mulai dari 5 x12 meter persegi hingga 9×8 meter persegi. Pemandangan yang menyejukkan mata dibanding sebelumnya, ketika kawasan tersebut didominasi oleh semak belukar.
Proses pengerjaan yang mengedepankan sistem padat karya ini melibatkan partisipasi aktif warga, mulai dari pembersihan lahan, rehabilitasi dinding, hingga pembenahan drainase.
Tak hanya sekadar bangunan fisik, kolam-kolam tersebut kini telah berpenghuni. Pemerintah desa mencatat sebanyak 194.000 bibit lele berkualitas telah ditebar secara bertahap. Langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan strategi terukur untuk menggerakkan roda Pendapatan Asli Desa (PAD).
“Penyebaran bibit kami lakukan secara terencana agar ekosistem kolam tetap terjaga dan hasil panen bisa berkelanjutan,” jelas Adi Sutrisno, penanggung jawab lapangan kepada wartawan, Ahad (26/4/2026).
Transformasi ini sekaligus menjadi jawaban tegas atas isu miring yang sempat menerpa transparansi anggaran. Kepala Desa Sumberagung, M. Mukhlis, dengan gamblang memaparkan bahwa dana senilai Rp150.000.000 dikelola melalui mekanisme Musyawarah Desa (Musdes) secara akuntabel.
“Tidak ada yang gelap. Dana tersebut kami peras secara maksimal untuk rehab fisik kolam yang sudah lama rusak serta pengadaan bibit skala besar. Ini adalah investasi untuk masa depan warga kami,” tegasnya.
Keberhasilan Desa Temuwulan di wilayah lain menjadi spirit tersendiri bagi warga Sumberagung. Dengan konsep padat karya, proyek ini tidak hanya menghidupkan lahan tidur, tetapi juga menghidupkan ekonomi rumah tangga.
“Warga tidak hanya jadi penonton. Mereka bekerja di sini, menghidupkan ekonomi keluarga, dan menjaga ketahanan pangan daerah secara mandiri,” ungkap Adi Sutrisno menambahkan.
Ke depan, desa ini menargetkan diri sebagai ikon baru “Kampung Lele” di Kabupaten Jombang yang berdaya saing ekonomi tinggi.
Transformasi lahan mangkrak di Desa Sumberagung menjadi bukti bahwa transparansi dan gotong royong mampu menyulap “raksasa tidur” menjadi aset produktif. Kini, tinggal menunggu waktu hingga panen raya tiba dan kesejahteraan warga benar-benar terangkat dari riak air kolam-kolam beton itu. (*)
Editor: Danu
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru