SIDOARJO, SJP -Kabupaten Sidoarjo yang selama ini tersohor sebagai pusat industri udang dan bandeng ternyata menyimpan rahasia kecantikan alam yang masih asri di kawasan pesisir Sedati.
Destinasi yang kini mulai naik daun tersebut adalah Wisata Bahari Curah Asmoro, sebuah pelarian sempurna bagi mereka yang merindukan ketenangan jauh dari hiruk-pikuk suasana perkotaan.
Alih-alih menawarkan keramaian wisata buatan, Curah Asmoro justru mengajak pengunjung untuk melambat dan menyatu dengan alam melalui pengalaman susur sungai yang autentik menggunakan perahu tradisional milik warga setempat.
Petualangan dimulai dari Dermaga Kalitekung, di mana wisatawan akan dibawa membelah arus sungai selama satu setengah hingga dua jam perjalanan yang menenangkan. Rute panjang menuju Muara Sungai Gisik ini menyuguhkan panorama hutan mangrove yang rimbun dan udara pesisir yang menyegarkan, menciptakan suasana yang kontras dengan hiruk-pikuk pusat kota.
Berbeda dengan deretan kolam pancing yang menjamur di wilayah sekitarnya, perjalanan di Curah Asmoro memberikan sensasi petualangan yang lebih mendalam, di mana setiap belokan sungai menawarkan perspektif baru tentang kekayaan ekosistem pesisir utara Sidoarjo.
Keajaiban Curah Asmoro semakin terasa dengan hadirnya penghuni asli kawasan tersebut yang kerap menampakkan diri di sepanjang jalur perjalanan. Burung bangau putih yang beterbangan rendah dan ubur-ubur yang sesekali muncul di permukaan air menjadi hiburan alami yang memanjakan mata, bahkan jika sedang beruntung, pengunjung dapat menyaksikan kawanan monyet liar yang bermain di antara dahan mangrove.
Kehadiran satwa-satwa ini menjadi bukti betapa asrinya habitat yang masih terjaga, memberikan nilai edukasi sekaligus hiburan bagi setiap pasang mata yang memandangnya.
Potensi besar yang dimiliki kawasan ini pun mendapat perhatian serius dari pihak pemerintah setempat sebagai calon destinasi wisata unggulan.
Camat Sedati, Dedy Kurniawan Wibowo, menekankan bahwa dominasi keindahan alam merupakan kekuatan utama yang membuat pengalaman menyusuri sungai di kawasan ini terasa luar biasa. Guna mendukung keberlanjutan dan kenyamanan wisatawan, rencana pengembangan infrastruktur seperti pemasangan bronjong kawat di bibir sungai pun mulai dipikirkan untuk menjaga ekosistem sekaligus memberikan rasa aman bagi para pengunjung yang ingin menjelajah lebih jauh.
Bagi Anda yang tertarik untuk menikmati keasrian tersembunyi ini, Wisata Curah Asmoro dapat dikunjungi setiap hari mulai pukul sepuluh pagi hingga empat sore. Dengan biaya tiket yang sangat terjangkau, yakni Rp 25.000 per orang dengan minimal keberangkatan empat peserta, pengalaman eksotis ini sudah bisa dinikmati bersama teman atau keluarga. (*)
Editor: Danu
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru