KOTA BATU, SJP — Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Timur mulai mendorong transformasi besar dalam pengelolaan zakat dengan fokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM), digitalisasi layanan, serta perluasan jaringan kemitraan.
Sekretaris Kelembagaan BMH Jawa Timur, Indokhul Ma’mun, pada Senin (11/5/2026), menegaskan bahwa langkah tersebut disiapkan sebagai strategi untuk mempercepat penghimpunan sekaligus memperluas dampak program sosial kepada masyarakat.
“Tantangan pengelolaan zakat saat ini semakin kompleks sehingga lembaga amil tidak cukup hanya berperan sebagai penyalur bantuan,” paparnya.
Menurutnya, lembaga zakat dituntut mampu menjadi penggerak ekonomi umat yang profesional, akuntabel, dan berbasis data agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran serta memiliki dampak jangka panjang.
Oleh karena itu, BMH Jatim mulai memprioritaskan peningkatan kapasitas amil melalui pelatihan kompetensi dan sertifikasi profesional. Selain penguatan SDM, modernisasi sistem layanan juga menjadi fokus utama melalui pengembangan sistem digital dalam penghimpunan dan penyaluran zakat.
“Digitalisasi ini penting untuk meningkatkan transparansi, mempercepat layanan kepada donatur, sekaligus mempermudah pemetaan kebutuhan penerima manfaat di lapangan,” imbuhnya.
Selain pembenahan internal, BMH Jatim juga mulai memperluas jaringan kemitraan dengan masjid, komunitas, dan lembaga pendidikan di berbagai daerah di Jawa Timur.
Strategi tersebut dipandang efektif untuk memperkuat basis penghimpunan dana sosial keagamaan sekaligus memperluas jangkauan program pemberdayaan masyarakat.
Di sektor program, BMH Jatim menargetkan percepatan intervensi di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi umat, dan penanggulangan kebencanaan. Pendekatan ini diarahkan agar dana zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
BMH Pusat juga menilai Jawa Timur menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan penghimpunan dana sosial tertinggi secara nasional. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk membangun model pengelolaan zakat yang lebih modern dan terpercaya. (*)
Editor: Syaiful Aries
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru