KOTA KEDIRI, SJP–Institut Teknologi Al-Mahrusiyah (ITAMA) Kota Kediri resmi mencatatkan sejarah baru dengan menggelar Resepsi Wisuda Perdana (Ke-1) Jenjang Strata-1 (S1) di Aula KH. Imam Yahya Mahrus, Selasa (13/10/2026).
Puncak prosesi akademik ini menyusul rangkaian Sidang Senat Terbuka Yudisium dan Studium Generale yang diselenggarakan pada Senin (12/10/2026), dengan menghadirkan Rektor Universitas Airlangga (UNAIR) ke-13, Prof. Dr. KH. Mohammad Nasih, S.E., M.T., Ak., CA.
Pada kelulusan angkatan pertama ini, ITAMA meluluskan 23 wisudawan dari tiga program studi rumpun teknik dan komputer, yakni Teknik Sipil, Sistem Informasi, dan Informatika.
Wisuda perdana ini mengusung tema “Good Governance, Technopreneurship” sebagai bagian dari komitmen pengembangan perguruan tinggi berbasis pesantren.
Sejumlah tokoh dan pejabat daerah turut hadir dalam momen bersejarah tersebut, di antaranya Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur Ir. Mohamad Yasin, Wakil Wali Kota Kediri KH. Qowimuddin Thoha, Pengasuh PP. HM Al Mahrusiyah Lirboyo Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A., Ketua Yayasan Al Mahrusiyah H. Agus Izzul Maula Dziyaullah, Ketua Senat ITAMA Hj. Etna Iyyana Miskiyah, Lc., M.Pd.I., serta Ketua PCNU Kota Kediri KH. Abu Bakar Abdul Djalil.
Wakil Rektor III sekaligus Ketua Pelaksana Wisuda Perdana, Dr. M. Fajruddin Fatwa, M.Pd., menjelaskan bahwa ITAMA sengaja menggandeng UNAIR sebagai mentor dalam penerapan Good Governance University.
Sinergi ini didasari oleh keselarasan rumpun keilmuan serta posisi kedua institusi di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
“ITAMA memilih UNAIR sebagai mentor dalam tata kelola universitas atau Good Governance University karena UNAIR memiliki eksistensi yang sudah diakui secara dunia. Harapannya, ITAMA dapat mencontoh UNAIR dari segala aspek, baik tata kelola, tata pamong, akuntansi, dan lain-lain, sehingga mampu berkolaborasi dengan kampus-kampus di dunia,” katanya.
Dr. Fajruddin menambahkan, langkah ini diharapkan dapat menjembatani perbaikan tata kelola ITAMA dalam jangka panjang, mengadopsi rekam jejak UNAIR yang sukses menembus peringkat 300 besar perguruan tinggi dunia.
Sebagai satu-satunya kampus teknik berbasis pesantren di Kota Kediri yang berafiliasi dengan paham Ahlussunnah wal Jamaah, ITAMA memikul tanggung jawab moral dan akademis yang khas.
“Harapan kepada para wisudawan ke depannya adalah agar mereka menjadi lulusan yang futuh intelektual, munuh spiritual, dan rusukh kultural. Futuh intelektual dalam artian tetap mengembangkan intelektual keilmuannya, munuh spiritual dengan tetap berpedoman teguh pada spiritual kepesantrenannya, serta rusukh kultural yang sesuai dengan mengikuti perkembangan zaman,” tegas Dr. Fajruddin.
Dalam sambutannya, Rektor ITAMA, Dr. KH. Melvien Zainul Asyiqien, M.Pd. (Gus Melvin), menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para wisudawan angkatan pertama. Sejak berdiri pada tahun 2022, mahasiswa angkatan perintis ini dinilai telah mengambil keputusan berani dan berprinsip.
“Pada hari ini ITAMA membuat lembaran sejarah yang luar biasa karena ini pertama kalinya ITAMA mengadakan wisuda. Kalian semua adalah orang yang luar biasa dan patut mendapatkan apresiasi luar biasa,” kata rektor yang akrab disapa Gus Melvin tersebut.
“Wisuda perdana ini menjadi momentum melahirkan manifesto strategis. Integrasi antara tata kelola modern dan ekosistem technopreneurship diharapkan mampu menjadi roda penggerak kemandirian ekonomi yang berkelanjutan, menciptakan sarjana yang berdaya saing global namun tetap patuh pada nilai-nilai luhur kepesantrenan,” lanjutnya.
Gus Melvin juga berpesan agar para lulusan memiliki ketahanan prinsip di tengah masyarakat, selayaknya ikan di lautan asin yang tidak terpengaruh oleh kadar garam di sekelilingnya, serta berpegang pada hadis khoirunnaas anfa’uhum linnaas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya).
Di sisi lain, Pengasuh PP. HM Al Mahrusiyah Lirboyo, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A. (Gus Reza), menggarisbawahi pentingnya adaptasi digital. Ia menekankan agar perguruan tinggi berbasis pesantren mampu menjawab tantangan disrupsi teknologi tanpa pernah kehilangan akar moralitas salaf. (**)
Editor: Syaiful Aries
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru