SURABAYA, SJP — Ratusan orang dari berbagai negara kembali berkumpul di Surabaya pada Oktober 2026 untuk merayakan Oktoberfest. Memasuki penyelenggaraan ke-11, festival budaya Bavaria yang digelar Wisma Jerman yang kali ini kembali menggandeng DoubleTree by Hilton Surabaya itu tak sekadar menghadirkan tradisi khas Jerman, tetapi juga membuka ruang pertemuan lintas budaya melalui musik, kuliner, dan beragam aktivitas interaktif.
Setidaknya, sekitar 300 tamu menghadiri perayaan yang berlangsung di Grand Tunjungan Ballroom, DoubleTree by Hilton Surabaya, Sabtu (10/10/2026) malam. Mereka berasal dari sejumlah negara, di antaranya Jerman, Indonesia, Swedia, Belanda, Brasil, Spanyol, dan Prancis.
Adapun perwakilan diplomatik yang turut hadir dalam acara tersebut, meliputi Konsulat Kehormatan Jerman di Surabaya Christopher Tjokrosetio dan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste.
Direktur Utama sekaligus Management Advisor Wisma Jerman Mike Neuber mengatakan, Oktoberfest menjadi kesempatan bagi orang-orang dengan latar belakang berbeda untuk berkumpul, saling mengenal, dan membangun pertemanan dalam suasana yang menyenangkan.
“Tujuan Oktoberfest ini untuk membawa orang berkumpul, merayakan bersama, dan juga untuk perkenalan satu sama lain, menemukan teman baru,” ujar Mike, Sabtu (10/10/2026).
Menurut dia, pertukaran budaya menjadi salah satu cara untuk mendekatkan masyarakat dari berbagai negara. Melalui pengalaman bersama, orang-orang dapat mengenal tradisi yang berbeda sekaligus membangun pemahaman satu sama lain.
“Pesan khususnya, kita harus menemukan cara untuk lebih dekat satu sama lain, untuk saling mengerti budaya. Karena itu juga bisa dibilang bagian dari diplomasi,” tuturnya.
Mike menjelaskan, Oktoberfest yang berakar dari tradisi Munich, Bavaria, Jerman, telah berlangsung selama lebih dari dua abad sejak pertama kali digelar pada 1810. Wisma Jerman berupaya menghadirkan atmosfer perayaan tersebut di Surabaya melalui kolaborasi dengan DoubleTree by Hilton Surabaya, yang tahun ini menjadi tahun kedua penyelenggaraan bersama.
Konsep yang diusung mengikuti suasana Oktoberfest di Munich. Tidak hanya menyajikan makanan dan minuman khas Jerman, perayaan ini juga menghadirkan AnTon SHOWBAND dari Austria yang membawakan musik khas Oktoberfest dengan pendekatan interaktif.
Band tersebut tidak sekadar tampil menghibur dari panggung, tetapi juga mengajak para tamu untuk ikut bernyanyi, bergabung, dan menikmati perayaan bersama. Kehadiran musik menjadi salah satu unsur yang menghidupkan suasana sekaligus membuka ruang interaksi di antara pengunjung.
“Kami ingin menciptakan suasana khas Bavaria di Oktoberfest melalui band yang membawakan musik khas perayaan ini. Mereka tidak hanya bermain musik, tetapi juga menghibur dan mengajak semua orang untuk bergabung serta menikmati acara,” jelas Mike.
Selain musik, pengunjung dapat menikmati hidangan khas Jerman, seperti pork knuckle, sosis, Spätzle, dan pretzel. Pakaian tradisional Bavaria turut menjadi bagian dari pengalaman budaya yang dihadirkan, mulai dari Lederhosen yang identik dengan busana pria hingga Dirndl untuk perempuan.
Berbagai permainan dan kompetisi juga disiapkan agar tamu terlibat aktif selama acara. Aktivitas tersebut meliputi lomba memukul paku menggunakan palu, lomba minum, lomba mengangkat gelas, kompetisi kostum, hingga kuis.
Mike menegaskan, Oktoberfest tidak semata-mata berpusat pada bir, meskipun minuman tersebut identik dengan perayaan di Munich. Menurut dia, acara ini dirancang agar dapat dinikmati oleh beragam kalangan dengan menempatkan kebersamaan dan pengalaman budaya sebagai bagian penting dari perayaan.
“Oktoberfest bukan acara khusus orang dewasa, tetapi benar-benar untuk keluarga dan orang-orang dari semua latar belakang,” katanya.
Bagi Mike, pengalaman yang dibawa pulang para tamu menjadi bagian penting dari tujuan penyelenggaraan Oktoberfest. Ia berharap perayaan tersebut meninggalkan kenangan menyenangkan sekaligus membuka kesempatan bagi pengunjung untuk menjalin persahabatan baru.
“Harapan kami, orang-orang senang berada di sini, membawa pulang kenangan untuk masa depan, dan tentu saja bisa menemukan sahabat baru. Semoga ke depan acara ini semakin meriah dan semakin mempererat kebersamaan,” pungkasnya.
Sementara itu, General Manager DoubleTree by Hilton Surabaya Nick Boyd sebelumnya menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut menjadi bentuk komitmen hotel dalam menghadirkan pengalaman budaya internasional bagi masyarakat Surabaya.
“Kami merasa bangga dapat kembali menjadi tuan rumah dan menyajikan pengalaman budaya ikonik tersebut, sekaligus menyambut para tamu untuk menikmati kekayaan tradisi Jerman secara langsung di Surabaya,” terangnya.
Selain menyuguhkan tradisi Bavaria, Nick berharap acara ini juga bisa mempertemukan komunitas, pelaku usaha, dan pencinta budaya dalam suasana kebersamaan yang sejalan dengan visi Hilton untuk memfasilitasi pertukaran budaya sekaligus menciptakan momen kebersamaan.
Bagi para pengunjung, Oktoberfest menjadi kesempatan untuk menikmati suasana perayaan khas Bavaria sekaligus berinteraksi dengan orang-orang dari latar belakang berbeda. Salah satunya datang dari Vivin yang larut dalam suasana santai bersama teman-temannya.
“Menarik sih, bisa menikmati budaya Jerman sekaligus bertemu orang-orang dari berbagai negara. Suasananya menyenangkan karena semua bisa berkumpul dan menikmati acara bersama,” ujar perempuan asal Surabaya itu.
Melalui perayaan tersebut, Wisma Jerman dan DoubleTree by Hilton Surabaya berharap Oktoberfest tak hanya meninggalkan kesan tentang tradisi Bavaria, tetapi juga membuka kesempatan bagi para tamu untuk membawa pulang pengalaman baru dan persahabatan lintas negara. Sebab, di tengah perbedaan bahasa dan budaya, kebersamaan dapat menjadi awal untuk saling memahami. (*)
Editor: Danu
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru