TULUNGAGUNG, SJP – Penantian panjang keluarga Sukardi (51) akhirnya berakhir dengan duka. Isak tangis pecah ketika jenazah pria yang bekerja sebagai kernet truk ekspedisi itu tiba di rumah duka di Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Sabtu (10/10/2026). Sukardi menjadi salah satu korban insiden tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.
Jenazah Sukardi diberangkatkan dari Surabaya menggunakan ambulans dan tiba di rumah duka sekitar pukul 12.42 WIB. Kedatangan jenazah disambut keluarga yang sejak awal menantikan kepastian nasib korban. Namun, harapan untuk kembali berkumpul bersama Sukardi kini harus pupus. Keluarga hanya bisa melepas kepergiannya dengan air mata dan kesedihan mendalam.
Kepala Dinas Sosial Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, menyampaikan bahwa Sukardi meninggalkan seorang istri dan anak laki-laki yang masih duduk di kelas III SMP. Dinas Sosial berencana memberikan pendampingan psikologis dan spiritual untuk membantu keluarga menghadapi masa sulit setelah kehilangan sosok suami sekaligus ayah.
“Kami berencana melakukan pendampingan psikis dan spiritual kepada anak dan istri korban,” ujarnya.
Tak hanya pendampingan, pemerintah daerah juga menyiapkan kemungkinan bantuan sosial untuk menopang kehidupan keluarga korban. Berdasarkan hasil pengecekan, keluarga Sukardi masuk dalam kelompok desil II.
Kondisi ini menjadi pertimbangan untuk memberikan intervensi bantuan, termasuk melalui program kewirausahaan. Pasalnya, selama ini istri Sukardi beraktivitas sebagai ibu rumah tangga sehingga kehilangan pencari nafkah utama berpotensi memengaruhi keberlangsungan ekonomi keluarga.
“Jadi kami bisa bantu lewat bantuan sosial atau kewirausahaan. Karena istri korban selama ini murni sebagai ibu rumah tangga,” terangnya.
Kepastian identitas Sukardi diperoleh setelah proses pencocokan sampel DNA yang sebelumnya diambil dari pihak keluarga. Tim SAR gabungan berhasil mengidentifikasi salah satu korban yang ditemukan sebagai warga Desa Majan tersebut. Identifikasi turut diperkuat dengan ciri fisik yang disampaikan keluarga, yakni kondisi cacat pada mata sebelah kanan serta tato di tangan.
“Sukardi juga memiliki ciri khas. Berdasarkan keterangan keluarga, Sukardi memiliki cacat mata sebelah kanan dan tato di tangan,” jelasnya.
Sebelum musibah terjadi, Sukardi berangkat menuju Banjarmasin bersama rekannya, Danil Iswahyudi (40), menggunakan truk ekspedisi. Keduanya merupakan tetangga yang telah bekerja di bidang tersebut selama sekitar 10 tahun. Namun, perjalanan mencari nafkah itu berubah menjadi tragedi ketika kapal yang mengangkut truk mereka, KM Virgo Transport 8, tenggelam di perairan Laut Jawa pada 13 September 2026.
Sejak kejadian tersebut, Sukardi dan Danil dilaporkan hilang. Setelah pencarian berlangsung hingga hari ke-27, Sukardi akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan berhasil diidentifikasi. Sementara itu, Danil hingga kini belum ditemukan. Rekan perjalanan Sukardi tersebut diketahui memiliki seorang istri dan tiga anak yang masih menunggu kabar kepulangannya.
Kepulangan Sukardi memang telah memberikan kepastian bagi keluarganya, meski harus diterima dengan kehilangan yang menyakitkan. Namun, bagi keluarga Danil, penantian itu masih terus berlanjut.
Di tengah duka yang menyelimuti dua keluarga tersebut, harapan agar Danil segera ditemukan tetap menjadi satu-satunya pegangan untuk mengakhiri ketidakpastian yang mereka alami. (*)
Editor : Rizqi Ardian
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru