NGANJUK, SJP – Penyaluran bantuan pangan di Desa Kwagean, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk berjalan lancar. Meski demikian, pemerintah desa setempat mencatat data penyaluran saat ini belum sepenuhnya mencakup seluruh warga akibat kendala ketidaktepatan data penetapan desil penerima manfaat.
Sebagai perbandingan, pada periode tiga bulan sebelumnya, jumlah penerima bantuan di Desa Kwagean mencapai sekitar 870 penerima. Pembaharuan data terkini masih terus diselaraskan mengingat adanya warga kurang mampu yang justru tercatat pada kategori desil tinggi.
Kepala Desa Kwagean, Lusi, mengonfirmasi bahwa kendala utama di lapangan memang terletak pada data desil kependudukan tersebut.
“Alhamdulillah, untuk penyaluran bantuan pangan di Desa Kwagean ini berjalan lancar. Namun, memang ada beberapa warga kami yang terdapat kekeliruan desil warga tidak mampu tetapi desilnya justru tercatat tinggi,” ujar Lusi saat dikonfirmasi wartawan di lokasi kegiatan, Minggu (25/10/2026).
Lusi memperkirakan sedikitnya terdapat 150 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak masalah ketidaktepatan data ini. Beberapa warga yang tergolong tidak mampu justru tercatat berada pada desil 8 hingga desil 9.
“Ini baru hitungan acak, untuk detailnya kami masih melakukan klarifikasi bersama warga dan RT/RW setempat. Kami menampung aspirasi warga yang belum terdata. Harapan kami, dalam waktu dekat revisi desil ini dapat terselesaikan agar warga kurang mampu mendapatkan hak bantuannya,” tegasnya.
Kehadiran jajaran kementerian ke lokasi tersebut turut dimanfaatkan oleh pihak Pemerintah Desa Kwagean untuk menyampaikan langsung persoalan data ini. Pihak desa berharap adanya revisi dan pembenahan data desil secara bertahap dari pemerintah pusat maupun daerah agar penyaluran bantuan sosial ke depan dapat tepat sasaran. (*)
Editor: Danu
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru