MALANG, SJP – Jaringan penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Malang kini mencapai 14.002 titik dan tersebar di 33 kecamatan. Seiring bertambahnya jumlah tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) memperkuat pemeliharaan untuk memastikan fasilitas penerangan tetap berfungsi optimal.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam pengelolaan infrastruktur daerah. Sebab, pembangunan PJU tidak cukup hanya dengan memperluas pemasangan lampu baru, tetapi juga harus diimbangi dengan perawatan terhadap jaringan yang telah tersedia.
Saat ini, DPUBM Kabupaten Malang tengah melakukan pemeliharaan terhadap 111 titik PJU yang membutuhkan penanganan pada sejumlah komponen pendukung. Pekerjaan tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi fasilitas di lapangan.
Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, menjelaskan bahwa penambahan jaringan penerangan setiap tahun tetap disertai kegiatan pemeliharaan.
“Selain memasang PJU baru setiap tahun, kami juga melakukan pemeliharaan,” ujar Oong sapaan akrabnya baru-baru ini.
Jumlah PJU tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 13.176 titik. Artinya, terdapat penambahan sekitar 826 titik penerangan dalam kurun waktu satu tahun.
Dalam kegiatan pemeliharaan, pemeriksaan tidak hanya menyasar lampu, tetapi juga komponen pendukung sistem penerangan. Di antaranya panel, tiang, hingga jaringan kelistrikan yang memastikan PJU dapat beroperasi sebagaimana mestinya.
Cakupan pemeliharaan menjadi tantangan tersendiri mengingat jaringan PJU telah menjangkau 33 kecamatan dengan karakteristik wilayah yang beragam.
Kondisi ruas jalan, lingkungan, serta kebutuhan penerangan di setiap kawasan membutuhkan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi.
Terlebih, DPUBM Kabupaten Malang juga mengelola jaringan jalan kabupaten sepanjang sekitar 1.644 kilometer. Luasnya wilayah pelayanan membuat pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur harus dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.
Di sisi lain, perkembangan teknologi turut menjadi bagian dari pengelolaan PJU. Sebagian besar lampu yang dipasang saat ini telah menggunakan teknologi light emitting diode (LED) yang dikenal lebih hemat energi dibandingkan lampu konvensional.
Penerangan jalan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, khususnya pada malam hari. Keberadaan lampu yang berfungsi baik membantu pengguna jalan mengenali kondisi ruas sekaligus memberikan kenyamanan saat berkendara.
Dengan jumlah jaringan yang kini mencapai 14.002 titik, pekerjaan DPUBM tidak hanya berorientasi pada penambahan fasilitas penerangan, tetapi juga menjaga agar infrastruktur yang telah dibangun tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pemeliharaan ini kami lakukan secara bertahap agar seluruh PJU tetap berfungsi optimal dan masyarakat dapat menikmati penerangan jalan yang aman dan nyaman,” tutupnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru