NGANJUK, SJP — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKKP) resmi meluncurkan program penguatan ketahanan pangan lokal di Desa Kelurahan, Kecamatan Ngronggot, Selasa (13/1/2026).
Dalam aksi tersebut, sebanyak 60.000 ekor bibit ikan lele ditebar untuk memperkuat unit usaha hilirisasi perikanan di wilayah tersebut.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari program Kawasan Desa Mandiri Pangan (KDMP) yang diproyeksikan bersinergi langsung dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala DKKP Kabupaten Nganjuk, Yusuf Satrio Wibowo, menjelaskan bahwa bantuan ini didistribusikan ke dalam 24 kolam budidaya, di mana masing-masing kolam menampung 2.500 ekor bibit. Dengan estimasi satu kali masa panen, program ini diprediksi mampu memproduksi sedikitnya 6 ton ikan lele.
“Jika dalam satu tahun dilakukan tiga kali panen, maka kontribusi produksi ikan dari unit usaha ini mencapai 18 ton per tahun. Ini bukan sekadar ketersediaan stok, tetapi juga motor penggerak ekonomi riil bagi masyarakat Desa Kelurahan,” ujar Yusuf.
Lebih lanjut, Yusuf menekankan bahwa hasil panen dari kelompok budidaya ini nantinya akan diprioritaskan untuk menyuplai kebutuhan protein dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami mengintegrasikan hulu ke hilir. Bibit yang kami kembangkan hari ini disiapkan untuk mendukung program MBG pemerintah pusat,” tambahnya.
Selain fokus pada produksi, Pemkab Nganjuk tengah berupaya keras mengerek Angka Konsumsi Ikan (AKI) daerah yang saat ini berada pada posisi 30,8 kilogram per kapita per tahun.
Melalui program pemberian bantuan bibit dan pengembangan KDMP, pemerintah berharap kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi ikan meningkat seiring dengan kemudahan akses stok di tingkat desa.
Saat ini, terdapat dua desa di Kabupaten Nganjuk yang menjadi pilot project program serupa dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Desa Kelurahan, Kecamatan Ngronggot dan Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso.
Meski pengelolaannya berada di bawah payung KDMP, Yusuf mengklarifikasi bahwa lokasi budidaya ini difokuskan sebagai unit usaha mandiri yang terpisah secara teknis dari gerai utama KDMP, guna menjamin profesionalitas manajemen operasional.
Acara peluncuran tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Cuk Widyanto, jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpincam) Ngronggot, serta Pemerintah Desa Kelurahan.
“Melalui kolaborasi ini, kami optimistis kemandirian pangan tingkat desa dapat segera terwujud secara berkelanjutan,” tandasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru