SURABAYA, SJP — Dalam gemerlap malam Grand Final ajang Puteri Kebaya Jawa Timur 2025, Marcheline Cheryl Ko, siswi SMAK Frateran Surabaya, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan keluar sebagai 4th Runner Up.
Prestasi tersebut diraihnya setelah melalui berbagai tahapan persiapan dan kompetisi yang ketat sejak pertengahan tahun. Capain Cheryl menjadi bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan cinta terhadap budaya bisa menghasilkan buah manis di atas panggung prestisius.
“Saya bangga bisa ikut serta dalam kompetisi ini dan memperkenalkan kebaya ke generasi muda. Ini bukan hanya tentang lomba, tapi juga tentang menjaga warisan budaya,” ujar Cheryl, Kamis (2/10/2025).
Apa itu Puteri Kebaya Jawa Timur?
Kompetisi Puteri Kebaya Jawa Timur adalah ajang kontes tahunan yang digelar khusus untuk mempromosikan kebaya sebagai bagian dari warisan budaya Jawa Timur.
Tujuannya adalah mengangkat nilai-nilai tradisi, seni, dan identitas budaya melalui penampilan kontestan yang mengenakan kebaya dan menyampaikan advokasi budaya.

Dalam ajang tersebut, para peserta biasanya dinilai dari segi estetika, kepribadian, kemampuan berbicara di depan publik, dan kontribusi terhadap pelestarian kebaya di kalangan generasi muda.
Selain itu, kompetisi itu juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperkenalkan ide-ide kreatif dalam menghidupkan kembali minat terhadap kebaya melalui program seperti edukasi budaya, media sosial, dan gerakan advokasi.
Perjalanan Marcheline Cheryl Ko
Dalam suasana persaingan ketat itu, Cheryl berhasil toreh prestasi karena persiapannya yang matang. Sejak 20 Juni lalu, Cheryl sudah menyiapkan diri dengan serius. Ia menyusun advokasi, melatih kemampuan public speaking, berlatih catwalk, hingga membuat Kebaya Diaries untuk memperkenalkan kebaya kepada generasi muda.
Perjalanannya semakin menantang saat memasuki pra-karantina pada 24 Agustus di BG Junction, di mana ia bertemu para finalis lain dan juga Top 3 pemenang tahun sebelumnya. Cheryl kemudian tampil di ajang Talent Show dan Pre-Elim pada 7 September di Gunawangsa Tidar dengan menampilkan nyanyian sekaligus pidato.
Tahap karantina di Surabaya Suites Hotel pada 24 September menjadi masa pembekalan penting. Cheryl mendapat pelatihan mulai dari talk show bersama Kak Regina, workshop yoga, merangkai bunga, hingga gala dinner. Ia juga mematangkan tarian final dan blocking panggung.
“Masa karantina dan latihan panggung ini menjadi momen penting, karena ini bermanfaat untuk memperkuat kesiapan fisik dan mental setiap peserta,” jelas Cheryl.
Malam Grand Final
Di malam Grand Final, Cheryl mengaku sempat gugup karena banyaknya penonton. Namun, kerja kerasnya membuahkan hasil saat ia berhasil menampilkan speech, dance, dan catwalk yang membawa dirinya ke posisi 4th Runner Up.
“Saya sangat senang dan berterima kasih atas semua dukungan dari teman, keluarga, dan sekolah. Saya bangga bisa bertemu dengan finalis hebat serta panitia yang luar biasa,” ujar Cheryl.

Ia juga menambahkan rasa terima kasih khusus kepada SMAK Frateran yang menurutnya banyak membantu, mulai dari fasilitas hingga dukungan penuh selama kompetisi.
“Sekolah memberikan dukungan besar, bahkan meminjamkan kamera drone untuk kebutuhan video. Semangat mereka benar-benar luar biasa,” katanya.
Dukungan Pihak SMAK Frateran Surabaya
Kepala Sekolah SMA Katolik Frateran Surabaya, Fr. M. Wilhelmus Satel Sura, atau yang lebih akrab dipanggil Fr. William, menyatakan kebanggaannya atas prestasi salah satu anak didiknya, Cheryl
“Prestasi Cheryl ini menunjukkan bahwa siswa Frateran tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu memajukan budaya lokal melalui talenta dan dedikasi,” ungkap Fr. William.
“Kami akan terus mendukung siswa berprestasi agar mereka dapat mengaktualisasikan potensi di berbagai bidang,” tandasnya.
Prestasi Cheryl diharapkan menjadi inspirasi, tidak hanya bagi siswa di SMAK Frateran Surabaya, namun juga bagi siswa dari sekolah lain. Melalu kerja keras, keberanian berekspresi, dan cinta budaya, generasi muda bisa menjadi agen pelestarian warisan budaya kebaya untuk masa depan. (*)
Editor: Rizqi Ardian
Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru