SURABAYA, SJP — Eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel masih memanas hingga Selasa (3/3/2026). Serangan militer terbuka hingga laporan korban sipil membuat situasi kawasan Timur Tengah kian tidak menentu dan memicu kekhawatiran global.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah antisipatif. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengimbau warga untuk menunda sementara waktu bepergian ke luar negeri, terutama ke wilayah yang berpotensi terdampak konflik.
Ia menegaskan, imbauan tersebut dikeluarkan sebagai langkah pencegahan demi keselamatan warga.
“Kami harapkan juga, warga Surabaya, ketika kondisi Timur Tengah panas begini, ada perang ini, saya berharap warga Surabaya tidak ke luar negeri dulu,” kata Eri saat dikonfirmasi pada Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, situasi perang memiliki karakter yang sulit diprediksi. Serangan bisa terjadi secara tiba-tiba dan menyasar berbagai titik, termasuk fasilitas strategis maupun wilayah sipil. Karena itu, kehati-hatian menjadi hal utama yang perlu dikedepankan.
Selain mengimbau penundaan perjalanan, Pemkot Surabaya juga bergerak melakukan koordinasi lintas instansi. Salah satu fokusnya adalah memastikan kondisi warga Surabaya yang saat ini tengah berada di Timur Tengah, khususnya jamaah umrah.
Eri menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Surabaya untuk memantau keberadaan dan kondisi warga.
“Sudah, kami dengan Kemenag Surabaya untuk berkoordinasi dengan Kemenag (pusat) dan mengetahui warga Surabaya yang ada di sana,” katanya lagi.
Langkah ini dinilai penting mengingat mobilitas warga Surabaya ke Timur Tengah cukup tinggi, terutama untuk keperluan ibadah umrah. Dengan koordinasi tersebut, pemerintah daerah dapat lebih cepat memperoleh informasi apabila terjadi situasi darurat yang membutuhkan penanganan atau respons lanjutan.
Tak hanya kepada warga yang berencana bepergian, Eri juga menyampaikan pesan khusus kepada warga Surabaya yang saat ini sudah berada di kawasan Timur Tengah agar meningkatkan kewaspadaan.
“Dan warga Surabaya yang ada di Timur Tengah, saya harapkan hati-hati. Karena perang ini tidak bisa diprediksi ada serangan-serangan,” tutupnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru