JEMBER, SJP — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan apresiasi kepada Kabupaten Jember atas keberhasilan pelaksanaan pendataan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kabupaten Jember dianggap sukses melakukan validasi data penerima manfaat yang lebih akurat dibandingkan data nasional, sehingga layak menjadi percontohan bagi daerah lain di seluruh Indonesia.
Dalam kunjungannya ke salah satu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Dadan mengungkapkan bahwa berdasarkan data awal dari Dapodik dan Kementerian Agama, jumlah penerima manfaat di Jember tercatat sekitar 500.000 orang. Namun, setelah validasi lapangan hingga tingkat desa dan RT/RW, angka tersebut meningkat menjadi 800.000 orang.
“Banyak calon penerima manfaat yang belum terdata di sistem pusat, terutama santri di pesantren yang tidak tercatat di Kemenag, serta balita yang belum memiliki NIK. Jember berhasil menyisir ini, dan ini yang selalu saya jadikan contoh secara nasional,” kata Dadan di sela-sela kegiatan peresmian MBG bersama Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Dadan memaparkan bahwa program ini bukan sekadar pemenuhan gizi, melainkan motor penggerak ekonomi kerakyatan yang masif.
Di Jember, ditargetkan akan berdiri sekitar 400 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setiap satu SPPG diperkirakan akan mengelola anggaran operasional sebesar Rp1 miliar per bulan.
“Jika ada 400 SPPG, artinya akan ada perputaran uang sebesar Rp400 miliar per bulan yang beredar langsung di Jember. Ini angka yang luar biasa besar untuk menggerakkan ekonomi lokal,” tambahnya.
Dadan juga merinci alokasi anggaran dari setiap Rp1 miliar tersebut, yakni 70 persen atau Rp700 juta untuk pembelian bahan baku seperti beras, sayur, buah, ikan, dan telur dari petani serta pedagang lokal.
Kemudian, 20 persen untuk biaya operasional, termasuk menggaji sekitar 47 relawan lokal di setiap SPPG dengan upah minimal Rp2,4 juta per bulan, serta 10 persen untuk pengembalian investasi pembangunan SPMB kepada mitra.
Salah satu poin yang ditekankan Dadan adalah efisiensi anggaran negara. Hingga saat ini, pembangunan fisik SPMB di seluruh Indonesia yang mencapai 26.800 unit sepenuhnya didanai oleh mitra swasta atau “Pejuang Merah Putih”.
“Negara sangat diringankan. Belum satu rupiah pun uang APBN digunakan untuk membangun SPMB. Semua risiko pembangunan dan pendidikan relawan ditanggung oleh mitra. Pemerintah memberikan insentif sebesar Rp6 juta per hari sebagai bentuk apresiasi atas investasi tersebut,” jelas Dadan.
Dengan skema ini, program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya menciptakan generasi yang lebih sehat, tetapi juga meningkatkan daya beli masyarakat secara signifikan. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya kepemilikan kendaraan bermotor di kalangan relawan SPPG pada tahun 2025 lalu. (*)
Editor: Syaiful Aries
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru