PROBOLINGGO, SJP — Petugas kepolisian dari Kepolisian Sektor (Polsek) Sukapura mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan wisata nasional. Personel kepolisian meningkatkan intensitas patroli di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), khususnya mengingat kondisi vegetasi dan rerumputan yang masih berada dalam fase kering akibat cuaca.
Dalam operasi pengamanan ini, petugas mengoperasikan kendaraan mobil dobel kabin yang telah dimodifikasi khusus. Bagian bak belakang kendaraan tersebut dilengkapi dengan instalasi tandon air berkapasitas 1.000 liter beserta mesin penyemprot bertekanan, yang disiagakan untuk melakukan pemadaman dini apabila ditemukan titik api kecil di lapangan.
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar melalui Kapolsek Sukapura, Iptu Djuwantoro Setyowadi, menjelaskan bahwa patroli ini difokuskan sebagai langkah mitigasi dini guna menekan potensi karhutla sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sekitar destinasi wisata tetap terkendali.
“Patroli ini merupakan langkah preventif kami untuk menekan risiko karhutla di kawasan Bromo. Selain itu, kami juga memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar Iptu Djuwantoro, Kamis (24/9/2026).
Pihaknya memaparkan bahwa kondisi cuaca serta vegetasi yang kering membuat kawasan sabana dan hutan di sekitar Bromo menjadi sangat rentan terhadap percikan api sekecil apa pun.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh wisatawan, pelaku jasa pariwisata, serta masyarakat sekitar agar meningkatkan kepedulian lingkungan.
“Puntung rokok maupun api yang tidak terkontrol bisa menjadi pemicu kebakaran, terlebih saat kondisi vegetasi di kawasan Bromo sedang kering,” tegasnya.
Pihak kepolisian berharap sinergi lintas sektor mulai dari aparat penegak hukum, pengelola kawasan konservasi, para pelaku usaha wisata, hingga pengunjung dapat berjalan optimal.
Masyarakat juga diminta untuk tidak ragu segera melapor kepada petugas jika mendapati adanya kepulan asap, titik api, atau potensi gangguan kamtibmas lainnya demi menjaga kelestarian Gunung Bromo agar tetap asri dan aman dikunjungi.
“Karena iklim pariwisata di Bromo merupakan tanggung jawab bersama, mari bersama-sama menjaga Bromo dan segera melapor jika mendapati titik api atau gangguan kamtibmas,” pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru