MALANG, SJP — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang mulai mengevaluasi kinerja lembaga dan badan otonom (Banom) sebagai bagian dari penataan organisasi untuk lima tahun ke depan. Evaluasi tersebut dibahas dalam Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) III PCNU Kabupaten Malang. Salah satunya, PCNU Kabupaten Malang akan melakukan konsolidasi di internal organisasi penataan organisasi berbais data di ranting-ranting.
Muskercab III digelar di Pondok Pesantren Al Munawariyah, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Minggu (4/10/2026). Forum ini menjadi bagian dari tahapan menuju Konferensi PCNU Kabupaten Malang yang diproyeksikan berlangsung pada November atau Desember 2026.
Ketua PCNU Kabupaten Malang, KH Hamim, mengatakan Muskercab menjadi ruang untuk membahas rancangan program yang nantinya dibawa dalam konferensi. Program yang disahkan dalam konferensi akan menjadi pijakan kerja organisasi untuk periode lima tahun.
“Untuk melaksanakan musyawarah kerja otomatis melibatkan Banom dan lembaga. Ini menjadi pra-Konferensi. Kita akan membahas rekomendasi, organisasi, dan program kerja yang nantinya dibawa dalam konferensi,” kata KH Hamim.
Menurutnya, PCNU Kabupaten Malang telah membangun fondasi lembaga dan Banom pada periode berjalan. Mayoritas lembaga dan Banom disebut sudah berjalan, namun pelaksanaan program masih akan dimaksimalkan.
“Di periode ini kita menetapkan fondasi-fondasi lembaga dan Banom. Alhamdulillah mayoritas lembaga dan Banom yang ada di PCNU Kabupaten Malang sudah lumayan berjalan. Tinggal nanti program-program seperti yang disampaikan dalam pembukaan, ini akan kita maksimalkan lagi,” ujarnya.
KH Hamim mengatakan konsolidasi organisasi juga akan diarahkan hingga tingkat Majelis Wakil Cabang (MWC) dan ranting. Penataan dilakukan dengan mengacu pada data organisasi di tingkat bawah.
“Di lima tahun ini kita akan konsolidasi di internal organisasi, menata betul berdasarkan data yang ada di ranting-ranting. Sampai 2028 nanti kita harapkan sudah selesai semua. Kita berbuat apa itu berbasis data,” tegasnya.
Selain pembenahan internal, PCNU Kabupaten Malang juga menyiapkan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Malang dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
“Pemkab itu banyak pekerjaan yang juga bisa dilaksanakan berkolaborasi dengan NU, baik di tingkat ranting, MWC maupun PCNU. Ini sifatnya kolaborasi dan kerja sama. Program-program yang ada di Pemkab maupun program-program yang ada di NU kita kolaborasikan dengan pemerintah,” jelasnya.
KH Hamim mengakui pelaksanaan kolaborasi antara NU dan Pemkab Malang selama ini masih belum maksimal.
“Sudah terealisasi, tetapi maksimal masih belum. Kita maksimalkan nanti,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh program akan dibahas dalam konferensi untuk menentukan skala prioritas organisasi selama lima tahun ke depan.
“Kita semuanya prioritas, tetapi nanti hasil konferensi yang menentukan apa yang harus diprioritaskan lebih dahulu. Itu nanti kita bahas dalam konferensi,” ujarnya.
Bupati Malang HM Sanusi mengapresiasi pelaksanaan Muskercab III PCNU Kabupaten Malang. Ia berharap forum tersebut menghasilkan keputusan strategis untuk kemajuan organisasi dan kesejahteraan warga Nahdliyin.
“Mudah-mudahan nantinya menghasilkan keputusan-keputusan penting dalam rangka memajukan dan menyejahterakan warga Nahdliyin,” kata Sanusi saat membuka Muskercab III PCNU Kabupaten Malang.
Sanusi juga mendorong PCNU Kabupaten Malang terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Malang dalam berbagai sektor.
“Terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Malang di segala bidang yang nantinya membawa kemajuan bagi Kabupaten Malang,” tegasnya.
Ia juga meminta NU terus berperan dalam persoalan pendidikan dan kesehatan masyarakat. “Terus berjuang untuk warga masyarakat NU, terutama pendidikan, kesehatan dan lainnya,” ujarnya.
Muskercab III PCNU Kabupaten Malang dihadiri Pelaksana Harian (Plh) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Gus Firjaun), MWC NU se-Kabupaten Malang, jajaran Forkopimda serta Forkopimcam Kecamatan Bululawangi. (*)
Editor: Danu
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru