TULUNGAGUNG, SJP – Ketersediaan beras premium di sejumlah toko modern di Kabupaten Tulungagung mulai mengalami kekosongan. Kondisi tersebut mendapat perhatian Perum Bulog Cabang Tulungagung yang menyiapkan langkah intervensi dengan menambah pasokan beras premium ke pasar.
Intervensi tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat melalui Presiden dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menjaga ketersediaan beras premium di berbagai daerah.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengatakan pihaknya siap menyalurkan beras premium apabila hasil evaluasi pemerintah menunjukkan adanya kekosongan stok di wilayah tertentu.
“Kami segera lakukan intervensi sesuai perintah Presiden hingga Badan Pangan Nasional (Bapanas),” ujar Yonas, Sabtu (3/10/2026).
Menurut Yonas, pemerintah pusat melakukan pemantauan dan evaluasi stok beras premium secara berkala setiap pekan. Dari hasil evaluasi tersebut akan diketahui daerah yang mengalami penurunan hingga kekosongan stok beras premium.
Setelah wilayah yang membutuhkan tambahan pasokan ditetapkan, Bulog akan menjalankan distribusi beras untuk memenuhi kebutuhan pasar.
“Setelah mengetahui adanya kekosongan stok, Bulog akan diperintahkan untuk dropping beras premium ke pasar, agar masyarakat tidak resah,” jelasnya.
Untuk mendukung langkah tersebut, Bulog Tulungagung telah menyiapkan kerja sama dengan sejumlah produsen atau perusahaan penggilingan beras. Kerja sama itu diarahkan untuk memastikan ketersediaan pasokan ketika intervensi mulai dilakukan.
Namun, distribusi beras premium belum dapat langsung dilakukan karena masih menunggu kelengkapan sejumlah persyaratan. Salah satunya berkaitan dengan ketersediaan kemasan serta perizinan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT).
“Nanti jika izin sudah keluar, kami akan pasok beras premium ke ritel modern dan outlet. Kami targetkan awal bulan Oktober sudah bisa rilis stok ke pasar,” terang Yonas.
Bulog memastikan intervensi pasokan akan dilakukan sesuai kebutuhan. Artinya, penyaluran tidak hanya dilakukan sekali, tetapi dapat berlanjut selama kondisi pasar masih membutuhkan tambahan stok beras premium.
Langkah tersebut dinilai semakin penting mengingat periode Natal dan Tahun Baru mulai mendekat. Pada periode tersebut, kebutuhan sejumlah bahan pangan biasanya menjadi perhatian pemerintah untuk memastikan pasokan tetap tersedia di pasar.
“Nanti untuk HET beras premium di harga Rp14.900 per kilogram,” pungkasnya.
Dengan adanya intervensi tersebut, Bulog Tulungagung berharap ketersediaan beras premium di jaringan ritel modern maupun outlet dapat kembali terjaga sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh beras sesuai kebutuhan. (*)
Editor : Rizqi Ardian
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru