KOTA BATU, SJP – Kota Batu memasuki momentum seperempat abad dengan identitas visual baru. Pemerintah Kota Batu resmi meluncurkan logo Hari Jadi ke-25 Kota Batu di Balai Kota Among Tani dan menandai persiapan menuju peringatan hari jadi yang jatuh pada 17 Oktober mendatang.
Wali Kota Batu Nurochman mengaku bahwa logo baru tersebut mengusung tema “Bangkit Bersama Jaga Alam Raya untuk mBatu SAE Berkelanjutan” dengan tagline “Kreatif SAE”. Identitas visual itu tidak hanya menjadi penanda usia 25 tahun Kota Batu, tetapi juga membawa pesan mengenai arah pembangunan daerah ke depan.
“Ini menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan Kota Batu sekaligus menentukan arah pembangunan berikutnya. Sehingga perjalanan seperempat abad harus menjadi pengingat bahwa pembangunan perlu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus tetap memperhatikan lingkungan,” urainya.
Secara visual, pria yang akrab disapa Cak Nur ini membeberkan bahwa angka 25 menjadi elemen utama dalam logo. Sejumlah unsur di dalamnya menggambarkan karakter dan potensi Kota Batu. Laman resmi Pemkot Batu menyebut terdapat figur manusia melompat yang menjadi simbol semangat untuk maju, bentang pegunungan sebagai representasi alam, daun sebagai simbol pertumbuhan dan keberlanjutan, unsur Bantengan sebagai identitas budaya lokal, serta bintang yang melambangkan harapan dan cita-cita.
Sementara itu, sementara itu pada angka 2 terdapat ikon bunga anggrek yang dikaitkan dengan Ladang Anggrek Dadaprejo, sedangkan lekukan pegunungan merepresentasikan bentang alam Gunung Panderman, Arjuno, dan Welirang.
Sedangkan pada angka 5 terdapat ornamen helai daun hijau yang dimaknai sebagai pertumbuhan, kehidupan dan keberlanjutan masa depan Kota Batu. Tiga bintang di bagian atas logo disebut merepresentasikan tiga wilayah kecamatan di Kota Batu, yakni Batu, Bumiaji dan Junrejo.
“Pesan yang dibawa logo tersebut kemudian dirangkum dalam tiga gagasan utama, yakni bangkit bersama, menjaga alam raya dan mewujudkan mBatu SAE berkelanjutan. Semangat bangkit bersama diarahkan melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi persoalan sekaligus mengembangkan potensi daerah,” imbuhnya.
Sementara menjaga alam menjadi bagian penting karena pertanian, pariwisata, pangan dan aktivitas masyarakat Kota Batu memiliki keterkaitan dengan kondisi lingkungan. Karena itu, pembangunan lima tahun ke depan diarahkan tidak hanya menghasilkan perubahan fisik, tetapi juga memperkuat ekonomi daerah, membuka kesempatan bagi masyarakat, menjaga lingkungan serta meningkatkan pelayanan publik. (*)
Editor: Danu
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru