BONDOWOSO, SJP – Tanaman herbal yang selama ini tumbuh di sekitar lingkungan pesantren ternyata menyimpan peluang ekonomi yang menjanjikan. Berbekal inovasi dan sentuhan teknologi, daun kelor, serai, rosella, hingga jahe dapat diolah menjadi minuman fungsional yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga memiliki nilai jual.
Potensi tersebut dikenalkan kepada para santri SMKS Manbaul Ulum Wonosari, Kabupaten Bondowoso, melalui pelatihan pembuatan minuman herbal yang diselenggarakan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jember. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi santri untuk mengenal proses produksi sekaligus membangun jiwa kewirausahaan berbasis potensi lokal.
Selama dua hari pelaksanaan, 15 dan 18 Juli 2026 lalu, para peserta tidak hanya menerima materi di dalam kelas. Mereka juga terlibat langsung dalam praktik meracik, mengemas, hingga menghitung peluang pemasaran produk herbal yang dihasilkan.
Melalui program bertajuk Penguatan Kewirausahaan Santri melalui Inovasi Minuman Herbal Fungsional Berbasis Eksipien Moringa Gum untuk Pencegahan Stunting di Pesantren Manbaul Ulum, Universitas Jember berupaya menghubungkan edukasi kesehatan, pemanfaatan kekayaan hayati lokal, dan pengembangan kewirausahaan dalam satu kegiatan yang aplikatif.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jember, apt. Hery Dian Febryanto, S.Farm., M.S.Farm., mengatakan tanaman herbal lokal memiliki potensi besar apabila diolah menjadi produk yang menarik dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin santri tidak hanya memahami manfaat tanaman herbal untuk kesehatan, tetapi juga memiliki keterampilan mengolahnya menjadi produk yang layak dipasarkan. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal untuk membangun jiwa kewirausahaan sejak di bangku sekolah,” ujarnya melalui pesan tertulis yang dikirim kepada suarajatimpost.com, pada Jumat (7/8/2026).
Mengulas kegiatan tersebu, di hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai pencegahan stunting, potensi tanaman herbal lokal, hingga peluang bisnis berbasis produk herbal. Materi disampaikan oleh tim dosen Universitas Jember yang terdiri atas apt. Hery Dian Febryanto, S.Farm., M.S.Farm., apt. Kuni Zu’ainah Barikah, S.Farm., M.Farm., Prof. Dr. apt. Yudi Wicaksono, S.Si., M.Si., serta Elvin Cahyanita, M.Pd.
“Dalam kesempatan tersebut, santri juga dikenalkan pada manfaat daun kelor, serai, rosella, jahe, serta penggunaan Moringa Gum sebagai bahan pendukung dalam pembuatan minuman herbal fungsional,” jelas Hery.
Hery menambahkan, kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pesantren dalam mengembangkan unit usaha berbasis potensi lokal.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti saat pelatihan selesai. Santri dapat terus berinovasi, mengembangkan produk herbal yang berkualitas, sekaligus menciptakan peluang usaha yang mendukung kemandirian ekonomi pesantren,” harapnya.
Di hari kedua, kata Hery, suasana pelatihan berlangsung lebih interaktif. Para santri mempraktikkan langsung proses pembuatan minuman herbal, mulai dari menyiapkan bahan, meracik formulasi, mengemas, hingga menyajikan produk yang siap dipasarkan.
“Dari praktik tersebut lahir dua produk minuman herbal, yakni PureGreen berbahan dasar daun kelor dan serai serta Roshe Boost yang memadukan rosella dan jahe. Kedua produk diperkenalkan sebagai minuman herbal modern dengan harga jual sekitar Rp7.000 per botol sehingga dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai unit usaha di lingkungan pesantren,” tandasnya.
Selama pelaksanaan, mahasiswa Universitas Jember dari Program Studi Farmasi, Reda dan Khansa, serta Azizah dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), turut mendampingi peserta dalam setiap tahapan praktik.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala SMKS Manbaul Ulum, H. Hairul, mengapresiasi pelaksanaan program pengabdian tersebut. Menurutnya, pelatihan semacam ini memberikan pengalaman nyata bagi santri untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Jember yang telah memilih SMKS Manbaul Ulum sebagai mitra pengabdian. Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan santri tentang kesehatan dan pemanfaatan tanaman herbal, tetapi juga membuka cara pandang bahwa potensi di sekitar pesantren dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi,” ucapnya.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh para santri tidak berhenti pada saat pelatihan, melainkan terus dikembangkan menjadi produk unggulan pesantren yang mampu menumbuhkan semangat berwirausaha dan kemandirian ekonomi.
Melalui pelatihan tersebut, Universitas Jember berupaya menghadirkan program yang mengintegrasikan aspek kesehatan, pendidikan, dan kewirausahaan.
Selain meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan stunting melalui konsumsi minuman herbal, kegiatan ini juga membekali santri dengan pengalaman praktik untuk menciptakan produk inovatif berbasis kekayaan hayati lokal yang berpotensi menjadi sumber ekonomi baru bagi pesantren. (**)
Editor : Rizqi Ardian
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru