NGANJUK, SJP — Peta kekuatan politik menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Nganjuk Februari 2027 mendatang mulai menunjukkan arah yang jelas. Di Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, arus dukungan tingkat akar rumput mendadak mengkristal kepada satu nama kandidat: Hj. Ruminah.
Uniknya, konsolidasi dukungan ini tidak lagi bergerak secara sembunyi-sembunyi. Gelombang dukungan justru diperlihatkan secara terbuka melalui aksi simbolis kompak berseragam baju baru oleh jajaran pengurus kelembagaan desa setempat.
Penguat utama dalam kontestasi politik desa ini datang langsung dari struktur kelembagaan terkecil. Sebanyak 29 Ketua RT dan 7 Ketua RW dari tiga dusun utama, Dusun Bandung, Dusun Mbarik, dan Dusun Betet menyatakan siap bergerak dalam satu garis komando.
Ketua RW 07 Dusun Bandung, Purnomo, menegaskan bahwa kebulatan sikap ini merupakan hasil kesepakatan bersama seluruh jajaran pengurus di tingkat bawah.
“Sangat kompak. Seluruh pengurus RT dan RW hadir dan solid,” ujar Purnomo saat ditemui di lokasi kegiatan, Senin (10/8/2026).
Purnomo menambahkan, solidnya barisan RT dan RW ini secara otomatis akan mengubah peta persaingan di tingkat desa secara signifikan.
“Dengan solidnya dukungan dari seluruh jajaran RT dan RW ini, peta kekuatan politik di Desa Betet menjelang hari pencoblosan diprediksi akan makin menguat ke satu arah,” ungkap Purnomo.
Tidak hanya menguasai basis kelembagaan warga, mesin pemenangan Hj. Ruminah kian solid dengan masuknya dukungan dari jaringan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan. Barisan Otonom Nahdlatul Ulama (Banom NU), Muslimat, hingga Fatayat NU Desa Betet turut menyatakan kerapatan barisan.
Inisiatif pergerakan yang dimulai lebih awal ini diakui warga sebagai langkah cerdas untuk memastikan kepemimpinan desa mendatang berada di tangan sosok yang tepat.
“Masyarakat menginginkan sosok kepemimpinan yang aspiratif, berpengalaman, dan dekat dengan warga. Karena jadwal Pilkades serentak se-Nganjuk sudah ditetapkan awal Februari 2027, kami mewakili masyarakat dan perwakilan warga berinisiatif bergerak lebih awal untuk mengusung bakal calon yang tepat,” ujar dia.
Menanggapi besarnya arus dukungan swadaya dari gabungan elemen masyarakat dan tokoh agama tersebut, Hj. Ruminah menyampaikan apresiasi mendalam. Baginya, kepercayaan ini merupakan modal sosial yang sangat berharga.
“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi tinggi atas soliditas para Ketua RT, RW, serta keluarga besar Banom NU, Muslimat, dan Fatayat NU Desa Betet. Dukungan ini menjadi amunisi dan amanah besar bagi kami untuk membawa Desa Betet ke arah yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat,” ujarnya kepada Suarajatimpost.com, Senin (10/8/2026).
Ia menilai, menyatunya elemen struktural RT/RW dengan organisasi keagamaan merupakan kunci penting dalam menciptakan stabilitas pembangunan desa di masa depan.
“Sinergi antara pemerintah desa, kelembagaan RT/RW, dan ormas keagamaan seperti NU beserta banomnya adalah kunci utama stabilitas dan kemajuan Desa Betet. Kami berkomitmen menjaga kepercayaan ini dengan kerja nyata,” tegasnya.
“Alhamdulillah, dukungan dari bapak ibu Ketua RT dan RW, serta dari keluarga besar Banom NU, Muslimat, dan Fatayat NU ini sangat luar biasa. Ini bukan sekadar dukungan politik, tapi amanah besar dari masyarakat Desa Betet. Kami siap berjalan bersama seluruh elemen warga untuk membangun desa yang lebih maju dan berkah,” tutup Hj. Ruminah. (**)
Editor: Syaiful Aries
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru