LUMAJANG, SJP–Kesenian tradisional membutuhkan ruang adaptasi yang dinamis agar terus hidup dan dikenal lintas generasi. Upaya nyata tersebut kini dihadirkan melalui Tari Kopyah Ajaga, sebuah karya seni yang memadukan tarian tradisional khas Kabupaten Lumajang dengan sentuhan koreografi serta aransemen musik kontemporer yang segar.
Karya inovatif ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Sanggar Tari Diamond Arts Performance dan komunitas kreatif Ksatria Pinandhita dari SMA Negeri 2 Lumajang. Kolaborasi lintas generasi ini tidak hanya menjadi wadah ekspresi bagi para seniman dan pelajar, tetapi juga strategi efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal melalui format pertunjukan yang lebih modern dan menarik.
Dalam praktiknya, Tari Kopyah Ajaga memadukan gerak dasar tradisional dengan pengembangan koreografi dinamis serta balutan musik modern. Salah satu terobosan menarik dalam pertunjukan ini adalah perpaduan instrumen musik tradisional dengan sentuhan nuansa rock, sehingga melahirkan warna musikal baru tanpa mereduksi karakteristik gerak utama Tari Kopyah Lumajang.
Pegiat seni tari kopyah Lumajang, Rian Ariandi, menilai bahwa perluasan ruang pertunjukan saat ini memberikan angin segar bagi kesenian tradisional untuk menjangkau audiens yang jauh lebih luas dari sebelumnya.
“Nah, artinya kesenian yang dulunya hidup di jalanan sekarang sudah menemukan ruang baru, yakni panggung besar,” ujar Rian, Jumat (30/10/2026).
Transformasi penyajian ini membuka peluang besar agar kesenian tradisional dapat diterima dan dinikmati dengan pendekatan yang lebih relevan terhadap selera penonton masa kini, tanpa harus kehilangan marwah dan nilai kultural yang diwariskan para leluhur.
Meskipun mengusung konsep kekinian, Tari Kopyah Ajaga tetap menjadikan pakem gerak tradisional Tari Kopyah sebagai fondasi utama penyusunan koreografi. Unsur modern yang dimasukkan berfungsi untuk memperkaya estetika pertunjukan, alih-alih menggantikan identitas asli kesenian tersebut.
“Jadi, pijakannya tetap pada gerak-gerak khas Lumajangan, gerak-gerak dari tari kopyah itu sendiri. Namun kita kreasikan lagi tanpa meninggalkan jati dirinya,” jelas Rian.
Menurut Rian, kesenian tradisional memang sudah sepatutnya diberi kebebasan untuk bertransformasi mengikuti gerak zaman. Ia berpandangan bahwa inovasi dan kreativitas adalah kunci utama dalam menjaga keberlanjutan tradisi selama substansi karakternya tetap dijaga dengan baik.
“Kesenian itu bertransformasi sesuai perkembangan zaman. Saya tidak saklek dengan klasiknya, tapi karakter dan identitas aslinya tidak ditinggalkan,” ungkapnya.
Melalui kehadiran Tari Kopyah Ajaga, khazanah seni budaya Lumajang kini tampil dengan wajah baru yang lebih segar. Perpaduan antara akar tradisi lokal, kreativitas koreografi modern, serta kolaborasi lintas generasi membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan semangat inovasi masa kini. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Editor: Syaiful Aries
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru