JOMBANG, SJP – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang menyatakan bahwa kerusakan pada Tugu Jombang senilai Rp1,033 miliar yang baru diresmikan sebulan lalu, disebabkan oleh angin puting beliung, bukan oleh masalah struktur utama bangunan.
Peristiwa terjadi pada Kamis (11/12/2025) sore, ketika angin kencang menerjang wilayah Bandarkedungmulyo dan merusak sejumlah bangunan, termasuk pendopo desa dan rumah warga.
Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, kerusakan hanya terjadi pada bagian puncak tugu, tepatnya pada elemen Aluminium Composite Panel (ACP) dan rangkanya. Struktur utama bangunan dinyatakan tidak terdampak.
“Kalau dari hasil pengecekan, kerusakannya di bagian paling atas. Struktur utamanya tidak ada masalah, masih aman. Kerusakan hanya pada ACP-nya,” jelas Edy Yulianto, Kepala Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi Dinas PUPR Jombang, melalui pesan tertulis, Ahad (14/12/2025).
Edy menegaskan bahwa desain bagian atas tugu yang lebih ringan—sekitar 4-6 meter tanpa besi WF (Wide Flange)—telah sesuai dengan desain dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ditetapkan.
“Struktur utama itu hanya sampai pada bagian ACP warna putih. Di atasnya memang berupa rangka plus ACP karena bagian itu berongga. Secara perhitungan dan perencanaan memang tidak ada struktur utama di area tersebut,” paparnya.
Meski disebabkan bencana alam, tanggung jawab perbaikan tetap berada pada pihak penyedia jasa, CV Ardi Konstruksi, karena proyek masih dalam masa pemeliharaan. Proyek yang didanai APBD 2025 ini sebelumnya juga mengalami keterlambatan penyelesaian 13 hari dari kontrak.
Ke depan, PUPR akan mengevaluasi desain tugu dengan mempertimbangkan faktor ketahanan terhadap angin kencang. “Kami akan minta ada tambahan struktur pada bagian atas. Evaluasinya berbeda karena sebelumnya kami menghitung untuk kondisi normal, bukan bencana angin,” tutur Edy.
Tugu yang terletak di tepi jalan raya Bandarkedungmulyo tersebut rusak di bagian puncaknya bersamaan dengan robohnya sejumlah bangunan lain dalam kejadian angin puting beliung Kamis lalu.
Tugu Jombang di Kecamatan Bandarkedungmulyo yang dibangun dengan anggaran Rp1,033 miliar ambruk diterjang angin kencang pada Kamis (11/12/2025) sore. Padahal, monumen tersebut belum genap sebulan sejak penyelesaian pembangunannya.
Berdasarkan informasi diterima dari lokasi hingga Kamis malam, kerusakan terlihat jelas pada bagian puncak tugu. Hiasan besi ulir di bagian atas struktur tersebut roboh dan berhamburan di tanah. Pasca kejadian, bagian yang rusak belum juga ditangani atau dipindahkan.
Menurut keterangan Solikan, warga setempat, angin kencang yang disertai hujan menjadi penyebab ambruknya tugu.
“Rusaknya kena angin tadi sore. Padahal ya baru sebulan itu selesai dibangun. Entah kualitasnya bagaimana, soalnya menara masjid di sini juga tidak apa-apa,” ujarnya.
Kejadian ini beruntung tidak menimbulkan korban luka-luka karena lokasi dalam keadaan sepi saat tugu ambruk.
Proyek tugu ini dikerjakan oleh CV Ardi Konstruksi asal Tulungagung dan dibiayai oleh APBD Kabupaten Jombang senilai Rp1.033.538.875. Pengerjaannya sendiri mengalami keterlambatan dari jadwal semula. (*)
Editor: Danu
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru