KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu semakin memantapkan langkah untuk meraih predikat Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (KaTa Kreatif) pada subsektor gastronomi. Optimisme tersebut menguat setelah pelaksanaan uji petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) oleh Tim Penilai Nasional Kementerian Ekonomi Kreatif di Balai Kota Among Tani.
Wali Kota Batu Nurochman pada Sabtu (1/8/2026) menguraikan sebelumnya Tltahapan tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Hasil Uji Petik PMK3I oleh Wali Kota Batu Nurochman bersama Tim Penilai Nasional. Penilaian dilakukan untuk mengukur kesiapan Kota Batu dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis gastronomi yang ditopang sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata.
“Kota Batu memiliki modal yang kuat untuk berkembang sebagai kota kreatif di subsektor gastronomi. Kekayaan hasil pertanian, beragam produk kuliner, serta kreativitas para pelaku usaha dinilai menjadi kekuatan utama yang dapat terus dikembangkan,” urainya.
Untuk itu pihaknya optimistis bahwa Kota Batu dapat meraih predikat Kota Kreatif Indonesia pada subsektor gastronomi. Mengingat pengakuan ini bukan sekadar prestasi, tetapi menjadi peluang untuk memperkuat promosi kuliner lokal, meningkatkan kunjungan wisatawan, dan membuka lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat.
Menurut Nurochman, pengembangan gastronomi tidak hanya berfokus pada kuliner semata, tetapi juga membangun keterkaitan antara sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata. Melalui sinergi tersebut, hasil pertanian lokal diharapkan mampu menghasilkan nilai tambah karena diolah menjadi berbagai produk kuliner khas yang memiliki daya saing.
Ia menambahkan, Pemkot Batu juga telah menyiapkan strategi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan sektor tersebut melalui program Smart and Integrated Farming.
“Program itu diarahkan untuk memperkuat regenerasi petani sekaligus memastikan ketersediaan bahan baku berkualitas bagi industri kuliner lokal.
Dengan dukungan bahan baku yang berkelanjutan, pemerintah berharap ekosistem gastronomi Kota Batu dapat terus berkembang dan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah,” imbuhnya.
Proses uji petik PMK3I sendiri menjadi bagian penting dalam penilaian Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia yang dilakukan Kementerian Ekonomi Kreatif. Selain melihat potensi yang dimiliki daerah, tim penilai juga melakukan verifikasi terhadap kesiapan ekosistem ekonomi kreatif, kolaborasi antarpemangku kepentingan, hingga komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan subsektor yang diusulkan. (**)
Editor: Syaiful Aries
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru