PROBOLINGGO, SJP — Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) berkolaborasi dengan Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) dan KONI Kota Probolinggo menggelar Kejuaraan Tenis Junior Wali Kota Cup 2026.
Ajang yang berlangsung di Lapangan Tenis Indoor Jalan Suroyo ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah untuk mencari sekaligus membina bibit-bibit petenis muda berbakat di Kota Probolinggo.
Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti oleh 38 atlet junior serta peserta dari kategori beginner (pemula).
Pembukaan turnamen ditandai dengan servis pertama oleh Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin. Aksi ini menjadi simbol dimulainya kompetisi yang diharapkan mampu melahirkan generasi baru atlet tenis berprestasi di masa depan.
Dalam sambutannya, Dokter Aminuddin mengungkapkan rasa optimistisnya terhadap perkembangan olahraga tenis di Kota Probolinggo. Menurutnya, keberadaan sejumlah lapangan tenis yang memadai, baik indoor maupun outdoor, menjadi modal besar untuk rutin menyelenggarakan turnamen sekaligus mencetak atlet yang mampu bersaing dengan daerah lain.
“Mudah-mudahan melalui kejuaraan ini akan lahir petenis-petenis muda Kota Probolinggo. Lima hingga sepuluh tahun lalu, atlet tenis kita sangat disegani. Ada Mbak Mala, Gangsar, Tito dan banyak lainnya yang selalu menjadi lawan tangguh. Namun belakangan saya belum melihat munculnya calon-calon atlet yang memiliki kualitas seperti mereka,” ujar Aminuddin.
Ia menjelaskan bahwa turnamen seperti ini tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, melainkan juga sarana pembelajaran bagi para atlet muda. Melalui kompetisi, peserta akan memahami bahwa prestasi hanya bisa diraih melalui proses panjang, latihan yang konsisten, mental yang kuat, serta sikap sportif.
“Kejuaraan ini menjadi pengalaman berharga bagi adik-adik semua. Jangan pernah takut menghadapi lawan. Di dalam lapangan kita bertanding, tetapi di luar lapangan kita tetap bersahabat. Junjung tinggi sportivitas, raih prestasi, dan bangun persahabatan. Prestasi memang harus diperjuangkan, tetapi jangan lupakan nilai persaudaraan dalam setiap prosesnya,” pesannya.
Di sisi lain, Ketua Panitia, Prayitno, mengaku bersyukur kejuaraan tenis junior ini kembali dapat digelar setelah beberapa tahun sempat vakum. Menurutnya, kompetisi ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali regenerasi atlet tenis Kota Probolinggo yang dinilai mengalami kekosongan dalam beberapa tahun terakhir.
“Dulu kami memiliki atlet-atlet berprestasi seperti Zaki dan Shafy. Setelah itu regenerasinya agak terputus. Harapan kami, melalui kejuaraan ini akan muncul atlet-atlet baru yang mampu menyamai bahkan melampaui prestasi para pendahulunya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dispopar Kota Probolinggo, M. Abas, mengatakan bahwa kejuaraan tersebut memang dirancang khusus sebagai wadah pembinaan atlet usia dini. Selain menjaring bibit potensial, turnamen ini memberi kesempatan bagi atlet muda untuk mengasah kemampuan dan melatih mental bertanding.
“Kejuaraan ini menjadi sarana menjaring atlet tenis berprestasi sekaligus mempertemukan para pemain muda dengan lawan yang selevel agar mental dan pengalaman bertanding mereka semakin berkembang. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi pilihan positif bagi anak-anak dalam mengisi masa libur sekolah melalui olahraga,” jelasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru