NGANJUK, SJP – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nganjuk memilih berhati-hati menyikapi dugaan perselisihan antara seorang guru dan siswa di MAN 3 Nganjuk, Kecamatan Prambon.
Kemenag Nganjuk memastikan persoalan tersebut telah dilaporkan dan kini dalam penanganan Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk. Karena itu, Kemenag belum memberikan keterangan secara rinci mengenai kronologi maupun pihak-pihak yang terlibat.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Nganjuk Abdul Rahman mengatakan, pihaknya masih menunggu proses penanganan oleh kepolisian serta laporan dari tim yang melakukan pemantauan internal.
“Mohon maaf, laporan peristiwanya sudah di Polres. Silakan konfirmasi langsung dengan pihak kepolisian,” ujar Abdul Rahman saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (8/9/2026).
Ketika ditanya mengenai evaluasi internal dan langkah yang dilakukan terhadap kondisi di MAN 3 Nganjuk, Abdul Rahman mengatakan pihaknya masih memantau perkembangan.
“Menunggu perkembangan dari Polres dan hasil laporan dari tim. Mohon maaf belum bisa komentar secara komprehensif,” katanya.
Sebelumnya, Polres Nganjuk melakukan penyelidikan terkait meninggalnya seorang guru Geografi MAN 3 Prambon setelah mengalami kondisi kesehatan yang menurun usai terjadi perselisihan dengan salah seorang siswa di lingkungan sekolah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (1/9/2026) ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. Berdasarkan keterangan pihak sekolah, terjadi ketegangan antara guru dan siswa yang kemudian berakhir tanpa adanya perkelahian.
Humas MAN 3 Prambon Nganjuk Muhammad Ikhwanus Shofa sebelumnya menjelaskan bahwa perselisihan bermula dari persoalan penggunaan fasilitas sekolah. Menurut dia, situasi sempat memanas secara verbal, namun tidak terjadi kontak fisik antara guru dan siswa.
Setelah kejadian tersebut, kondisi kesehatan guru tersebut kemudian menurun. Pihak sekolah memberikan pertolongan dan membawanya ke fasilitas kesehatan sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit.
Pihak sekolah juga menyebut guru tersebut memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Namun, terkait penyebab pasti kondisi kesehatan hingga meninggal dunia, proses pendalaman masih dilakukan dan kepolisian tetap melakukan penyelidikan.
Kemenag Nganjuk menegaskan pihaknya masih menunggu hasil penanganan kepolisian sebelum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai perkara tersebut. (*)
Editor : Rizqi Ardian
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru