BOJONEGORO, SJP – Sebanyak 1.686 peserta mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Bojonegoro 2026 yang resmi dimulai Senin (7/9/2026).
Kompetisi akademik ini diikuti peserta jenjang MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA. OMI digelar selama tiga hari, 7–9 September 2026.
Kepala Kemenag Kabupaten Bojonegoro, H. Amanulloh, mengatakan OMI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi tolok ukur kualitas pendidikan madrasah.
Menurutnya, capaian pendidikan tidak cukup dilihat dari jumlah peserta maupun lembaga. Kualitas peserta didik juga perlu diukur secara nyata melalui kompetisi.
“Tidak hanya melihat kuantitas, tetapi kualitas melalui OMI akan terbaca dengan detail,” ujar Amanulloh saat meninjau pelaksanaan OMI.
Ia menyebut OMI menjadi bagian dari upaya madrasah meningkatkan prestasi sekaligus memetakan kualitas pendidikan.
“Ini bagian dari ikhtiar untuk melihat sebagai barometer pendidikan di madrasah,” jelasnya.
Sementara itu, Plt. Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Bojonegoro, Achmad Miftachus Solichin, menjelaskan pelaksanaan OMI dibagi berdasarkan jenjang.
Hari pertama, Senin (7/9), diperuntukkan bagi MA/SMA. Selasa (8/9) untuk MTs/SMP, dan Rabu (9/9) untuk MI/SD.
“Untuk hari pertama di MAN 1 dan MAN 2. Hari kedua ditambah MTs Abu Darrin. Sedangkan pelaksanaan hari ketiga juga berlangsung di MA Islamiyah At Tanwir,” terangnya.
Rinciannya, jenjang MA/SMA diikuti 428 peserta dengan enam mata pelajaran, yakni Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi.
Jenjang MTs/SMP diikuti 535 peserta dengan mata pelajaran Matematika, IPA, dan IPS. Sedangkan MI/SD menjadi peserta terbanyak dengan 723 peserta untuk mata pelajaran Matematika dan IPAS.
OMI Bojonegoro juga melibatkan peserta dari sekolah umum, tidak hanya madrasah.
Hasil kompetisi dijadwalkan diumumkan pada 12 September 2026. Peserta terbaik akan mewakili Bojonegoro dalam OMI tingkat Provinsi Jawa Timur dan berpeluang melaju ke tingkat nasional.
Mifta berharap peserta Bojonegoro mampu meraih prestasi terbaik hingga ke tingkat nasional.
“Harapannya nanti ada yang mewakili Bojonegoro di tingkat provinsi dan mudah-mudahan bisa sampai tingkat nasional,” pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
. Sumber : Suara Jatim Post & Berita Terbaru